KIP Aceh Tamiang Mulai Krisis Keuangan

KUALASIMPANG- Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Tamiang mulai mengalami kesulitan untuk mendanai kegiatan dan tahapan pelaksanaan Pilkada gubernur/wakil gubernur dan pemilihan bupati/wakil bupati. Penyebabnya, lantaran biaya tambahan yang telah diajukan belum cair.

Ketua KIP Aceh Tamiang Izuddin mengatakan, kebutuhan tambahan dana pilkada terutama yang berkaitan dengan honor dan operasional penyelenggaara di tingkat kecamatan dan tingkat desa. Penambahan itu terjadi karena bergesernya hari pemilihan dari rencana semula 16 Februari menjadi 9 April 2012.

Menurut Izuddin, KIP Tamiang telah mengajukan usulan tambahan dana kepada KIP Aceh. Usulan itu, kata dia, telah diteruskan ke kantor gubernur bersama 5 kabupaten lainnya yang penyelenggaraan pemilukada gubernur/wakil gubernur-nya tidak bersamaan dengan pemilu bupati/wakil bupati.

"Namun hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai dana tambahan tersebut, sementara jadwal pelaksanaan pemilihan gubernur hanya tinggal lebih kurang satu bulan lagi," kata Izuddin kepada The Atjeh Post, Senin, 5 Maret 2012.

Izuddin bilang, mulai Maret ini  KIP Aceh Tamiang sudah tidak memiliki dana lagi untuk membayar honor dan biaya operasional PPK dan PPS yang jumlahnya mencapai hampir Rp500 juta per bulan.

Masalah lain, kata Izuddin, dana untuk pemilihan bupati/wakil bupati yang dijadwalkan pada 9 Juni mendatang juga dicairkan oleh pemerintah Aceh Tamiang. Padahal, tahapannya telah dimulai sejak Desember tahun lalu.

"Belum sedikitpun dana yang dikucurkan oleh pemerintah kabupaten Aceh Tamiang untuk mendukung kelancaran kegiatan," ujarnya.

Pencairan dana yang bersumber dari APBK Aceh Tamiang tahun 2012  untuk pemilukada bupati/wakil bupati itu terkendala akibat belum disahkannya RAPBK oleh DPRK.

Untuk antisipasi keterlambatan pencairan dana itu, kata Izuddin, sebulan yang lalu KIP Aceh Tamiang telah mengajukan permintaan uang muka kerja kepada pemkab Aceh Tamiang, "namun hingga saat ini belum proses pencairannya belum juga selesai."

Meskipun dibelit persoalan keuangan, Izuddin mengatakan pihaknya akan tetap melanjutkan tahapan pilkada seperti yang telah ditetapkan.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply