Kini, Teroris Merencanakan Serangan Melalui Game Online

JARINGAN kelompok teroris telah mengetahui bahwa polisi memata-matai setiap panggilan telepon, email dan pesan secara online.

Untuk menghindari hal tersebut, telah ditemukan cara baru dari teroris untuk mengatur rencana mematikan mereka, yaitu PlyaStation dan permainan Xbox.

Para pemain dapat masuk dalam kelompok untuk bemain melawan satu sama lain, dan tentu saja mereka bisa berkomunikasi melalui chatting secara pribadi.

Setelah masuk ke "lobi" menggunakan password, para teroris memakai headset dan aman berbicara untuk mengatur sebuah rencana melalui situs game yang sama.

Sebuah sumber mengatakan:"Ini adalah kenyataan mengerikan, kelompok teroris tidak membuang-buang waktu untuk mencari cara aman, mereka masuk ke pertandingan grup melalui internet dan mendiskusikan rencana teror. Pihak keamanan sudah mulai mengetahui cara itu."

Bahkan telah ditemukan, calon pelaku teroris menjalani latihan melalui permainan online, dan beberapa pilot mungkin belajar dari game simulasi penerbangan.

Semakin meningkatnya popularitas permainan perang, dikhawatirkan akan meningkatkan jumlah penjahat dan teroris.

Seorang pakar keamanan mengungkapkan, para teroris memilih permainan "orang pertama" seperti Call of Duty, dimana pemain masuk kedalam simulasi skenario perang, melaksanakan misi dan menghancurkan tentara musuh.

Permainan online menggunakan password yang dilindungi untuk merahasikan identitas pengguna. Sistem ini didesain sehingga pemain mana saja di dunia dapat berkumpul untuk pertempuran fantasi yang berbahaya.

Pakar keamanan mengatakan ketakutan yang ada sekarang adalah ketika fantasi yang mereka mainkan akan menjadi sebuah kenyataan. | DEDE RIYADI | thesun

  • Uncategorized

Leave a Reply