Ketua MAA Lhokseumawe: Bangkitkan Seni Budaya Aceh

KETUA Majelis Adat Aceh (MAA) Lhokseumawe, Yusdedi, meminta pemerintah daerah dan masyarakat membangkitkan kembali seni budaya Aceh yang bernuansa islami.

“Seni budaya Aceh sebagai jati diri kita harus terus dilestarikan. Dan dengan nilai-nilai kearifan lokal membuat kita lebih bergairah dalam membangun Aceh untuk mencapai kejayaan,” kata Yusdedi saat tampil sebagai narasumber pada talk show yang digelar di gedung ACC Unimal, Cunda, Lhokseumawe, Selasa, 11 Maret 2014.

Talk show dengan tema “Kontribusi CSR perusahaan dalam upaya penguatan budaya lokal dan nasional”, itu juga dihadiri perwakilan PT. Arun NGL dan PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) sebagai pembicara.

Yusdedi juga menekankan agar semua pihak tidak mengekang kreativitas generasi muda dalam mengeksplorasi seni budaya Aceh. “Beri kesempatan kepada anak-anak kita berkarya, tentunya dengan aktivitas seni budaya yang selaras dengan syariat Islam,” ujarnya.

Panitia pelaksana, Fazil, mengatakan, talk show itu salah satu kegiatan  mahasiswa ilmu komunikasi menyambut 10 tahun Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Malikussaleh.

“Acara puncak kreativitas mahasiswa ilmu komunikasi dengan tema transformasi menuju Fakultas Ilmu Komunikasi akan diadakan nanti malam,” katanya.

Dekan FISIP Unimal, Fauzi, saat membuka talk show tersebut menyatakan pihaknya berkomitmen untuk memperjuangkan lahirnya Fakultas Ilmu Komunikasi.[] Laporan: Muhammad Fazil

  • Uncategorized

Leave a Reply