Ketua DPRK Banda Aceh Minta Pembenahan Parkir dan Jalan Berlubang

Ketua DPRK Banda Aceh Minta Pembenahan Parkir dan Jalan Berlubang

BANDA ACEH – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Arif Fadhilah meminta penertiban parkir di sejumlah ruas jalan di ibukota yang dinilai semakin semrawut. Ia juga meminta jalan yang berlubang di Banda Aceh untuk segera diperbaiki.

Arif Fadhillah mengatakan saat ini banyak pengguna jalan, terutama pengguna kendaraan roda empat, memakirkan kendaraannya di badan jalan. Hal tersebut dikarenakan lahan untuk parkir tidak ada.

“Bisa dilihat di dinas-dinas, banyak kendaraan pribadi yang terparkir di ruas jalan, bahkan ketika hari senin bisa parkirnya berlapis,” kata politisi Partai Demokrat tersebut kepada portalsatu.com, Sabtu, 11 April 2015.

Dia menambahkan, sebenarnya di kota-kota maju seperti Banda Aceh tidak ada istilah badan jalan dijadikan sebagai lahan parkir.

“Solusinya harus ada lahan parkir tersendiri agar badan jalan tidak dijadikan sebagai lahan parkir. Apabila tidak ada lahan parkir, saya meminta agar parkirnya tidak berlapis agar tidak mengganggu kenyamanan masyarakat pengguna jalan,” ujarnya.

Sementara itu mengenai persoalan jalanan yang berlubang harus segera ditanggani dengan segera mungkin agar tidak terjadi korban akibat jalanan yang rusak. Ia mencontohkan seperti ruas jalan Ahmad Yani, Peunayong. Menurutnya kondisi seperti itu praktis ditemukan hampir di semua kecamatan yang ada di Kota Banda Aceh.

Pihaknya juga menyarankan agar Pemko Banda Aceh untuk tidak membiarkan kondisi jalan rusak dan berlubang ini tidak tertangani secara cepat. Pasalnya hal tersebut bisa berdampak pada ketidaknyamanan masyarakat Kota Banda Aceh.

“Kebiasan orang kita, kalau sudah ada korban baru diperbaiki,” ujarnya.

Pemko harus cari solusi dan menanggulangi masalah tersebut agar dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jalan. Dia mengingatkan Pemko Banda Aceh harus betul-betul menciptakan kenyamanan bagi masyarakat demi terwujudnya cita-cita kota madani yang sesungguhnya.

“Kota Madani tidak hanya cukup dengan penerapan syariat Islam saja, tapi juga harus didukung dengan fasilitas yang memadai,” katanya.[](bna)

Leave a Reply