Ketua DPRK Aceh Besar Minta Dewan Penuhi Keinginan Rakyat

KETUA DPRK Aceh Besar, Sulaiman SE, dalam sambutan perdananya mengatakan, sumpah pimpinan DPRK Aceh Besar periode 2014-2019 pada hakikatnya merupakan pernyataan tekad untuk memperjuangkan aspirasi rakyat yang mereka wakili.

Selain itu, katanya, pengucapan sumpah mengandung makna yuridis konstitusional yaitu memberi tanggung jawab yang lebih besar kepada DPRK untuk membangun daerah dan mensejahterakan rakyat.

Disadari, kata Sulaiman, bahwa nilai-nilai sumpah tersebut harus dapat diterapkan dalam tugas, fungsi, dan wewenang yang dimiliki DPRK sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kepercayaan yang diberikan rakyat dan secara moril dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT.

Pengucapan sumpah tersebut paling kurang memiliki dua poin penting, yakni penegasan komitmen ketuhanan dan penegasan komitmen kerakyatan.

“Komitmen ketuhanan yakni mengadakan sebuah kontak dengan Allah dan memikul amanat yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Sedangkan penegasan komitmen kerakyatan yaitu membumikan komitmen ketuhanan dengan membangun kontrak sosial bersama rakyat untuk memperjuangkan kepentingan rakyat,” kata Sulaiman.

Ketua DPRK Aceh Besar itu melanjutkan, DPRK memiliki tanggung jawab yang sama dengan Pemda untuk mencapai tujuan penyelenggaraan pemerintahan daerah sesuai dengan amanat Undang-undang Pemerintah Daerah. Relasi kemitraan antara DPRK dan Pemkab adalah prasyarat mutlak dalam rangka mewujudkan kesejahteraan rakyat. Untuk itu, Sulaiman meminta seluruh komponen masyarakat agar mendukung mereka dalam menjalankan jabatan itu dengan amanah dan berada di jalan yang benar. Serta jangan ragu untuk menegur DPRK jika melakukan kesalahan dan kekhilafan.

Pada bagian lain, Sulaiman mengungkapkan, tugas mereka selaku DPRK sangat berat dan memikul tanggung jawab yang baru yaitu tanggung jawab untuk memimpin dan mengarahkan lembaga DPRK ke arah dan tujuan sebagaimana yang diharapkan oleh seluruh masyarakat Aceh Besar yang telah memberi amanah. Beratnya tanggung jawab yang dimaksud karena di samping kompleksitasnya persoalan yang ada di Kabupaten Aceh Besar, juga karena lemahnya sumber daya insani yang dimiliki.

“Kami dihadapkan pada sebuah realitas bahwa kemampuan dan pengalaman yang sangat terbatas dan tak sebanding dengan besarnya amanah kepercayaan yang diberikan. Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan uluran tangan dan bantuan dari berbagai pihak,” ujarnya.

  • Uncategorized

Leave a Reply