Ketua AHF: Damai Belum Memihak Kepada Rakyat Aceh

Ketua AHF: Damai Belum Memihak Kepada Rakyat Aceh

IDI RAYEUK – Direktur Utama Aceh Human Foundation (AHF), Abdul Hadi Abidin atau akrab disapa Adi Maros, menilai 10 tahun perdamaian Aceh hanya bisa dinikmati oleh pemegang tampuk kekuasaan saja. “MoU tercipta hanya untuk gubernur, bupati dan wali kota, sedangkan rakyat masih merasakan bagaimana sulit mengais rezeki,” ujar Adi Maros kepada portalsatu.com, Kamis, 13 Agustus 2015.

Dia mengatakan implementasi MoU hingga sekarang belum berpengaruh untuk masyarakat Aceh.

“Sulitnya lapangan kerja mengakibatkan ekonomi rakyat Aceh sangat terpuruk. Tidak ada lapangan kerja yang terfasilitasi, yang tertata kepada rakyat,” kata Adi Maros.

Adi Maros juga berpendapat bahwa Aceh belum tepat jikalau dikategorikan sebagai laboratorium perdamaian.

“Kita bisa contohkan untuk daerah lain dalam menyelesaikan konflik, berbeda halnya dengan daerah Aceh, karena di Aceh sendiri masih ada sampai saat ini mantan-mantan kombatan yang menuntut keadilan dari Pemerintah Aceh, baik dengan cara bersenjata ataupun dengan cara berdemo,” ujarnya.

Adi Maros juga menilai kondisi Pemerintah Aceh saat ini ibarat api dalam sekam dan hanya kelihatan manis di luar saja. “Pemerintah Aceh haus dengan piagam, tapi alergi dengan kritikan,” ujarnya.

Meskipun begitu dia berharap di sisa kepemimpinan Zikir hal tersebut bisa diperbaiki dengan kinerja, terutama menyangkut tuntutan para pihak yang menginginkan keadilan. Dia juga mengingatkan adanya tanggungjawab Pemerintah Aceh untuk menuntut implementasi MoU Helsinki yang berlum dipenuhi oleh pemerintah Pusat.

“Seperti janji memberikan dua hektar kebun sawit kepada seluruh mantan kombatan,” ujarnya lagi.

Dia mengatakan tuntutan yang datang dari sebagian kelompok mantan kombatan disebabkan oleh pemimpin yang lalai dalam menjalakan roda pemerintahan sesuai MoU Helsinki.

“Jika nilai MoU terealisasi dengan baik, akan tertutup kemungkinan para kombatan, korban konflik, anak yatim, janda dan umumnya masyarakat Aceh menuntut kesejahteraan dari para pemimpinnya,” kata Adi Maros.[](bna)

Leave a Reply