Kesaksian Warga Soal Sawah Berubah Jadi Bukit

IDI – Perubahan struktur lahan sawah menjadi perbukitan kecil di Desa Blang Gedong, Birem Bayeun, Aceh Timur, kini menjadi tontonan ratusan warga. Tak hanya dari Aceh Timur, mereka datang dari Aceh Utara, Aceh Tamiang dan Kota Langsa. Mereka datang dengan satu tujuan: ingin melihat dengan mata kepala sendiri fenomena aneh itu.

Faisal, misalnya. Pemuda asal Aceh Tamiang ini jauh-jauh datang dari kampungnya untuk menyaksikan langsung kejadian itu. Sebelumnya, ia hanya mendengar dari temannya.

“Ini hal yang aneh karena ketinggian sawah tersebut semakin hari semakin bertambah dan jarang terjadi, karena sawah yang dulunya datar kini sudah menjadi bukit kecil, “Kata Faisal.

Widyanto, warga Kota Langsa menyebutkan, kejadian aneh itu sudah ramai dibicarakan tetangganya. Penasaran, ia pun langsung menuju ke lokasi.

“Ini tidak pernah terjadi sebelumnya, menurut saya ini termasuk kejadian menghebohkan. Bahkan kami rela untuk memberikan sumbangan suka rela untuk menyaksikannya secara langsung, “ujarnya.

Bukhari, pemilik lahan sawah, baru menyadari sawahnya telah berubah wujud pada Minggu pagi, 9 September 2012. Ia terkaget-kaget melihat lahan miliknya yang dulunya datar, kini menjelma menjadi bukit kecil.

“Makin hari makin meninggi, sekarang ketinggiannya hampir mencapai empat meter,” ujar Bukhari.

Tak jauh dari lahan Bukkhari, sedang ada proyek penggalian tanah untuk pembangunan Pabrik Kelapa Sawit. Bukhari pun mencoba mengaitkan pengerjaan penggalian tanah itu dengan naiknya permukaan lahan sawah miliknya.

“Bisa saja kejadian ini akibat kontur tanah yang basah sehingga dengan adanya desakan penggalian tanah untuk lokasi PKS tersebut mengakibatkan kondisi tanah menjadi berubah, “sebut Bukhari.

Teguh, seorang tokoh masyarakat Birem Bayeun mengatakan, mereka belum bisa memastikan penyebab perubahan kontur lahan sawah milik Bustami. Sebab, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait di Aceh Timur.

“Karena belum ada yang meneliti, kita tidak tahu persis apa penyebabnya,” katanya.

Awalnya, para pemilik sawah di sekitar lahan milik Bukhari keberatan sawah mereka dilintasi warga yang hendak menuju ke “bukit kecil” milik Bukhari. Namun, karena besarnya animo masyarakat, mereka pun merelakannya. Akibatnya, ada pematang sawah dan tanaman padi yang terinjak-injak warga.

Kini, di areal lahan itu telah dipancang sebuah pengumuman berisi permintaan sumbangan dari warga yang melintas. Kata Teguh, uang sumbangan itu akan dipakai untuk mengganti kerugian pemilik sawah yang padinya terinjak warga.

“Akhirnya kami persilahkan masyarakat melintas, tetapi dibatasi sampai jam 6 sore saja,” tambah Teguh.

Melihat banyaknya warga yang datang ke sawah itu, muncullah para pedagang dadakan di sana. Mereka menjajakan aneka makanan ringan untuk pengunjung yang datang ke sana.[]

Berita terkait:
FOTO-FOTO: Penasaran, Lahan Sawah Menjadi Bukit Dipadati Pengunjung

  • Uncategorized

Leave a Reply