Kepala SKPD Sesalkan Oknum yang Memanfaatkan Momen Pelantikan Walikota Sabang

SABANG – Ainal Mardiah, Kepala Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan Kota Sabang mengeluhkan beredarnya selebaran permintaan sumbangan dana berupa biaya ucapan selamat kepada Walikota dan Wakil Walikota terpilih yang akan dilantik besok oleh Gubernur Zaini Abdullah, Senin, 17 September 2012.

Ucapan selamat itu rencananya akan diterbitkan menjadi suplemen bulletin yang akan diedarkan besok, bertepatan dengan pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Sabang yang baru.

Atas selebaran itu Ainal mengaku menjadi serba salah, pasalnya dalam selebaran tersebut juga membubuhkan foto pasangan Zulkifli H Adam dan Nazaruddin. Selebaran tersebut kata Ainal diduga dilakukan oleh oknum anggota Partai Keadilan Sejahtera yang sengaja memanfaatkan momen tersebut.

“Suratnya ada saya simpan di kantor dan saya sempat bingun karena ada foto pasangan calon hingga terkesan ada unsur lain dari selebaran tersebut,” ujarnya kepada The Atjeh Post, Minggu, 16 September 2012.

Selain dirinya kata Ainal hampir semua SKPD yang lain juga mendapatkan surat yang sama, termasuk sejumlah kontraktor dan pengusaha di Sabang.

Ainal mengaku prihatin dengan beredarnya surat tersebut. Menurutnya banyak media lokal lain di Sabang yang pantas diberikan apresiasi berupa pemasangan iklan. Dengan begitu mestinya kata Ainal media suplemen yang hanya terbit satu hari dan memanfaatkan momen itu tidak perlu terjadi.

"Lantas media yang lain yang sudah puluhan tahun ada di Sabang mau dibawa kemana? Padahal media itu sangat efektif membangun kepercayaan masyarakat," katanya.

Mengenai hal ini, Ketua PKS Sabang Zuanda Ridwan, ketika dikonfirmasi The Atjeh Post mengatakan bahwa ide untuk membuat suplemen itu memang berasal dari anggota PKS Sabang. Melalui media itu mereka ingin mengangkat profil Walikota dan Wakil Walikota Sabang yang baru. Dan di dalamnya akan disisipkan ucapan selamat dari sejumlah instansi. Ia mengaku tak ada maksud lain atas ide-ide itu.

"Ide itu saya rasa sangat positif tanpa mengenyampingkan maksud dan tujuan dasarnya tanpa bermaksud memonopoli iklan hingga media lain tidak dapat mengambil momen tersebut," ujarZJuanda

Zuanda juga mengatakan jika mereka tidak mencari biaya sumbangan tapi bentuknya hanya partisipasi.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply