Kepala PT Askes: baliho JKA kakek merokok tidak berkoordinasi dengan kami

KEPALA PT Askes Banda Aceh Zulfaddin sedang di rumah sakit ketika tiba-tiba telepon genggamnya berdering. Saat itu, hari sudah menjelang tengah malam. Dari ujung telepon, seseorang mempertanyakan tentang baliho sosialisasi Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang memasang foto seorang kakek tersenyum dengan rokok terselip di bibir. Baliho itu terpasang di halaman kantor Gubernur Aceh.

Zulfaddin kaget. Ia merasa tidak pernah meminta seseorang untuk memasang baliho dengan gambar seperti itu. Selama ini, kata Zulfaddin, sosialisasi JKA dalam bentuk baliho atau brosur memang menjadi tanggung jawab lembaganya bekerjasama dengan Pemerintah Aceh.

"Saya mendapat telepon itu sekitar jam 11 tadi malam, dan langsung berangkat ke kantor gubernur untuk melihat kebenarannya," kata Zulfaddin kepada ATJEHPOSTcom, Kamis, 28 Februari 2013.

Tiba di kantor gubernur, ia hanya bisa gelen-geleng kepala melihat baliho itu. "Bagaimana bisa baliho untuk kampanye kesehatan malah memasang foto orang merokok, apalagi Pak Gubernur sangat anti rokok," ujarnya.

Menurut Zulfadli, ia kemudian mengontak dr. Yani, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh. Selama ini, kata dia, persoalan JKA, termasuk sosialisasi, memang ditangani bersama dengan Dinas Kesehatan.

"Tapi Pak Yani juga mengaku tidak tahu. Kami sama-sama kaget," ujarnya.

Setelah menghubungi Kepala Dinas Kesehatan, Zulfaddin lantas mengontak Kepala Biro Humas Nurdin F Joes. "Tapi teleponnya sudah tidak aktif," ujarnya.

Selama ini, kata Yani, setiap baliho sosialisasi JKA dibuat oleh lembaganya, lalu diajukan ke Dinas Kesehatan yang kemudian meminta persetujuan dari Kantor Gubernur. "Di kantor gubernur biasanya dicek ulang oleh Biro Kesra atau Biro Humas dan Hukum, setelah itu baru dikirim ke kami untuk dicetak," kata Zulfaddin.

Menurut Zulfaddin, selama 2013, lembaganya belum pernah membuat alat peraga untuk sosialisasi JKA lantaran kerjasama dengan Pemerintah Aceh baru ditantangani pada 20 Februari 2013 lalu.

Pada 2012, PT Askes mengeluarkan duit sebesar Rp2,8 miliar untuk sosialisasi JKA. Jumlah itu sekitar 6 persen dari total anggaran Rp40 miliar untuk biaya tak langsung. "Sebenarnya diplotkan Rp4 miliar atau 10 persen, tapi kan kalau bisa dihemat lebih baik," ujarnya.

Untuk 2013, Pemerintah Aceh mengalokasikan Rp419 miliar untuk program JKA. Hanya saja, kata dia, anggaran untuk sosialisasi belum dihitung. Itu sebabnya, kata dia, belum ada baliho JKA yang dibuat.

Di baliho itu memang tidak ada logo PT Akses. yang hanya hanya logo Biro Humas Pemerintah Aceh. Di bawah gambar kakek merokok itu, ada tulisan,"Alhamdulillah JKA berlanjut."

Tadi malam, Kepala Biro Humas Nurdin F Joes yang menghubungi ATJEHPOSTcom mengaku bukan pihaknya yang memasang baliho itu. "Biarpun bukan kita yang pasang, namun karena mencantumkan nama Biro Humas Setda Aceh, maka tetap kita turut bertanggungjawab," kata Nurdin seraya berjanji segera menurunkan baliho itu.

Mm..jika pihak-pihak terkait tidak ada yang mengaku memasang, mungkinkan ada siluman baik hati yang memasang baliho itu? []

  • Uncategorized

Leave a Reply