Kepala Penjara Bilang, Rutan Lhoksukon Bak Zaman Belanda

LHOKSUKON – Rumah Tahanan (Rutan) Lhoksukon sangat sempit, layaknya penjara kolonial Belanda jaman dulu. Tidak ada aktivitas yang dapat dilakukan narapidana atau tahanan. Bahkan untuk tidur pun terpaksa memakai musholla.

Hal ini disampaikan Kepala Rutan Lhoksukon, M Saleh kepada The Atjeh Post, Minggu 23 September 2012.

“Total napi dan tahanan di Rutan Lhoksukon kini mencapai 192 orang. Sementara daya tampung sebenarnya hanya 75 orang,” ujarnya lagi.

Dalam waktu dekat, M Saleh berencana menemui Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib guna membicarakan lokasi baru untuk Rutan Lhoksukon.

“Kita akan berkoordisasi dengan Bupati terkait adanya lokasi lahan seluas 4,7 hektar yang cocok dipergunakan untuk pembangunan gedung rutan yang baru. Lahan itu berada di samping Kepolisian Resort Aceh Utara,” tutur dia.

M Saleh mengerti betul dengan kondisi keuangan Aceh Utara saat ini. Apalagi pembangunan rutan itu memerlukan biaya yang tidak sedikit.

“Saya akan coba bicarakan hal ini, mengingat memang dibutuhkan. Kita harap dapat ditampung pada anggaran 2013 mendatang. Pembangunannya sendiri dapat dilakukan bertahap, bukan sekaligus. Semoga nantinya saran itu bisa diterima,” kata M Saleh.(bna)

  • Uncategorized

Leave a Reply