Kepala Dinas Pendidikan Lhokseumawe: Aksi oknum guru menjurus kriminal

KEPALA Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Lhokseumawe Rusli menyesalkan tindakan sejumlah oknum guru yang memaksa siswa ikut berunjuk rasa ke kantor Wali Kota, Kamis 21 Maret 2013.

“Tindakan oknum guru seperti itu tentu menjurus kriminal atau anarkis, sebab memaksa siswa pulang atau mengganggu proses belajar mengajar, bahkan ada yang memukul meja dan tindakan lainnya yang tidak mencerminkan sikap seorang pendidik,” kata Rusli saat dihubungi ATJEHPOSTcom tadi sekitar pukul 15.00 WIB.

Rusli mengaku sedang melaksanakan tugas dinas di luar daerah bersama Wakil Wali Kota Lhokseumawe Nazaruddin. Namun, ia telah menerima laporan dari para kepala sekolah terkait aksi oknum guru yang memaksa siswa pulang, lalu diajak ikut berdemo. Ironisnya lagi, kata Rusli, aksi itu dilakukan menjelang Ujian Nasional.

“Kita tidak melarang guru berdemo, tapi jangan gara-gara perut atau kepentingan pribadi mengganggu kepentingan nasional dan kepentingan umum, proses belajar mengajar itu program nasional dan kepentingan masyarakat luas,” kata Rusli.

Menurut Rusli, Dinas Pendidikan akan mengevaluasi persoalan tersebut secara menyeluruh. Mengenai sanksi terhadap oknum guru yang bertindak anarkis, kata dia, akan diputuskan oleh Wali Kota Lhokseumawe setelah menerima hasil evaluasi dari Dinas Pendidikan.

Rusli membenarkan Dinas Pendidikan telah melaporkan aksi oknum guru ke Polres Lhokseumawe. Hal itu dilakukan setelah menerima laporan dari para kepala sekolah tentang tindakan beberapa oknum guru memaksa siswa pulang dan ikut berdemo.

“Yang seperti itu memang harus kita laporkan ke polisi karena sudah mengganggu proses belajar mengajar. Apalagi kalau terjadi sesuatu pada siswa, misalnya kecelakaan, jangan nanti dikira oleh wali murid bahwa pihak sekolah tidak bertanggung jawab membiarkan siswa pulang dan berkeliaran saat jam belajar,” kata Rusli.

Rusli mengaku menerima telepon dari sejumlah wali murid yang mempertanyakan mengapa anak mereka hari ini cepat pulang dari biasanya. “Setelah kita jelaskan, wali murid baru tahu persoalan yang sebenarnya. Wali murid tidak mendukung tindakan oknum guru mengganggu kegiatan belajar mengajar,” katanya.

Kepala SMPN 7 Lhokseumawe Samsul Bahri mengatakan kasus tersebut telah dilaporkan secara resmi ke Polres Lhokseumawe oleh pejabat Dinas Pendidikan. Mulanya, kata dia, sejumlah kepala sekolah datang ke Polres untuk membuat laporan. Pihak Polres kemudian mengarahkan agar Dinas Pendidikan yang membuat laporan pengaduan.

“Karena kejadian itu tidak hanya di satu sekolah, tapi banyak sekolah. Makanya pihak Polres menyarankan agar Dinas Pendidikan saja yang membuat laporan dan sudah dilaporkan tadi menjelang siang,” kata Samsul Bahri.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply