Kepala BI Perwakilan Aceh akui penyaluran kredit untuk pertanian minim

KEPALA Bank Indonesia atau BI Perwakilan Aceh Zulfan Nukman mengakui penyaluran Kredit Usaha Rakyat atau KUR untuk sektor pertanian masih kecil. Hal ini disampaikannya dalam sosialisasi KUR Koridor Sumatera di Hotel Hermes Palace, Kamis, 23 Mei 2013.

Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Perekonomian RI bekerjasam dengan Bank Indonesia tersebut, kata Zulfan, bertujuan memberi pemahaman kepada semua pihak mengenai KUR dan peningkatan realisasi penyalurannya.

"Penyalurannya diharapkan bisa sesuai target-target yang telah ditetapkan, baik melalui pola linkage maupun non linkage," kata Zulfan.

Setelah melakukan Focus Group Discussion atau FGD di BI Perwakilan Aceh kemarin, kata Zulfan, diketahui adanya beberapa masalah yang dihadapi. Terutama tantangan dan area yang masih perlu dikembangkan guna meningkatkan performance program KUR. Selain itu juga berkembang usulan agar debitur KUR dapat memperoleh dua jenis fasilitas, baik kredit investasi maupun kredit modal kerja.

Di sisi lain terdapat beberapa permasalahan yang harus dibenahi. Diantaranya, kata dia, masih perlunya perluasan dan peningkatan pemahaman KUR kepada masyarakat. Penyaluran KUR tersebut juga terkendala akibat terbatasnya kantor cabang, kantor pembantu cabang dan kantor unit bagi bank-bank yang ada. Sehingga, kata Zulfan, penyaluran KUR masih terkonsentrasi di tingkat ibukota kabuten.

"Program KUR merupakan peluang bagi perbankan di Aceh guna menyesuaikan komposisi kredit yang selama ini masih banyak disalurkan bagi konsumtif. Maka selanjutnya kita harap disalurkan untuk usaha produktif," kata dia.

Zulfan mengakui masih minimnya porsi yang disalurkan untuk bidang pertanian, perikanan, perkebunan dan juga peternakan. "Padahal ini merupakan sektor unggulan yang ada di Aceh," katanya.

Dari total kredit yang disalurkan oleh bank umum dan Bank Perkreditan Rakyat atau Bank Pembiayaan Rakyat Syariah hingga bulan maret 2013, kata Zulfan, mencapai Rp21 triliun atau sebesar 33,84 persen. Dari total tersebut disalurkan untuk UMKM mencapai Rp7 triliun.

"Sementara itu penyalur KUR oleh perbankan di Aceh sebesar Rp625 miliar dengan jumlah 139.169 debitur. Dari jumlah tersebut 65,32 persen dinikmati untuk sektor ekonomi perdagangan,” kata dia. [](bna)

  • Uncategorized

Leave a Reply