Kenapa Warga Aceh Mau Membantu Rohingya?

Kenapa Warga Aceh Mau Membantu Rohingya?

BANDA ACEH – Berita tentang pengungsi di Aceh sempat memicu perdebatan apakah pantas Indonesia membantu ketika masih banyak warga miskin?

“Hentikan dulu tangis anak negeri baru menghentikan tangis negeri orang,” kata Harly dari Facebook BBC Indonesia.

Namun bagi Fadhil Rahmi -dan mungkin juga warga Aceh lain- memalingkan muka bukanlah pilihan.

Sejak 2012, Fadhil bersama Ikatan Alumni Timur Tengah di Banda Aceh telah membuka posko bantuan untuk pengungsi Rohingya di Aceh, posko yang beberapa hari belakangan semakin sibuk menerima pakaian dan sumbangan dana untuk membantu gelombang pengungsi yang baru datang.

Mengapa ingin membantu?

“Kita pernah merasakan konflik seperti apa,” katanya kepada BBC Indonesia. “Juga karena mungkin kearifan lokal, bahwa ada patron memuliakan tamu adalah pekerjaan yang mulia.”

“Kami tahu, juga membaca, bahwa konflik mereka rumit, ada yang bilang tidak separah itu dan ada juga yang menyebut bahwa ada koordinatornya.”

“Tapi fakta di depan mata, ada saudara seiman yang butuh bantuan, sesama saudara. Ini kewajiban untuk menolong dan inilah yang dirasakan oleh mayoritas masyarakat Aceh.”

Basri Effendi, koordinator Solidaritas Aceh untuk Rohingya, mengatakan bahwa ini adalah masalah darurat. Warga Aceh pernah merasakan kegentingan itu ketika tsunami melanda sepuluh tahun silam.

“Kami pernah merasakan dan pernah mendapat bantuan internasional. Saya pikir tidak ada salahnya dan sudah menjadi kewajiban kita. Ini budaya masyarakat Aceh dari dulu yang memiliki rasa iba yang tinggi satu sama lain.”

“Kita membantu Rohingya bukan berarti kita tidak membantu yang lain.”

Solidaritas Aceh untuk Rohingya merupakan aliansi yang terdiri dari puluhan organisasi masyarakat yang menyalurkan bantuan dari warga Aceh.

Mereka saat ini tengah membuka 10 posko bantuan, antara lain di Aceh Utara, Banda Aceh, Pidie, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Tengah, Aceh Timur, dan Langsa.

Grup Facebook mereka, dengan nama Solidaritas Aceh Untuk Rohingya telah tumbuh dengan lebih dari 3.000 anggota.

Selain bantuan warga, lembaga-lembaga donor seperti UNCHR dan IOM juga sudah memberikan bantuan bagi pengungsi yang jumlahnya mencapai ribuan di pantai timur Aceh.

Sebelumnya pemerintah kota Langsa yang menerima ratusan pengungsi gelombang kedua mengatakan akan mengalami kesulitan keuangan menangani mereka jika tak segera mendapat bantuan pemerintah pusat.[] sumber: bbc.co.uk

Foto: Warga Rohingya dan Bangladesh di penampungan Kota Langsa. @Davi Abda

Leave a Reply