Kemenkes: Syuting di Rumah Sakit Tetap Diperbolehkan

Direktur Bina Upaya Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan, Chairul Rajab Nasution, mengatakan kegiatan syuting di Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita tidak ada kaitannya dengan kematian pasien Ayu Tria Desiani.

"Menurut kami, kegiatan syuting tidak ada hubungannya dengan kematian pasien. Lebih jelasnya, nanti kami analisis lagi kenapa syuting ditempatkan di ICU," kata Chairul dalam konfrensi pers di Kantor Kemenkes, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat 28 Desember 2012.

Menurut Chairul, kegiatan syuting di rumah sakit tidak menggangu pelayanan. Syuting semacam itu, tambah dia, justru akan membuat nama rumah sakit menjadi lebih dikenal. Hanya saja, kemungkinan syuting itu membuat pasien tidak nyaman.

"Di ruang ICU pasien kan berubah terus, ada kabel-kabel dan kru lalu-lalang. Kalau itu mengganggu kenyamanan, memang saya akui," kata dia. Namun, "Syuting di rumah sakit akan tetap diperbolehkan," dia menambahkan.

Berdasarkan keterangan, kata dia, syuting di RSAB Harapan Kita tidak dilakukan di ICU tempat pasien dirawat. Syuting itu dilakukan di ruangan terpisah yang telah disekat. "Kegiatan syuting itu dilakukan di ruangan terpisah, mana bisa menggangu pelayanan. Pintu juga tidak hanya satu. Jadi para kru film bisa lewat pintu lain, tidak semua kru film lalu-lalang lewat ruang ICU," kata Chairul

"Jadi saya tegaskan, kegiatan syuting itu tidak ada kaitannya dengan kematian pasien bernama Ayu di RS Harapa. Kalau kalau menggangu kenyamanan kami memang mengakuinya," katanya.|sumber:viva.co.id

  • Uncategorized

Leave a Reply