Kemendagri: Otonomi daerah bisa jadi jebakan

DIRJEN Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Made Suswandi, mengingatkan agar pemerintah daerah di Aceh untuk berhati -hati dengan otonomi. Menurutnya, jika suatu daerah salah mengartikan manfaat dari otonomi, bisa  menjadi suatu jebakan yang akhirnya membuat daerah menjadi terpuruk atau bangkrut.

"Masalahnya hati-hati sekali dengan ini. Ini bisa jadi jebakan atau bisa menjadi kemakmuran. Nah kalau kita lihat sekarang otonomi ini, maka pertanyaan pertama apa yang kita urus. Kalau kita urus semuanya, bukannya makmur tapi malah bangkrut," katanya saat memberikan pemaparan mengenai grand strategy implementasi otonomi daerah pada acara Forkopimda di Ruang Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Kamis, 28 Maret 2013.

Kata dia, tujuan dari otonomi adalah menciptakan kesejahteraan. Pemerintah daerah sebagai instrumen utama harus dapat memikirkan target pembangunan yang menjadi skala prioritas. Dengan demikian, kata dia, suatu daerah yang mempunyai hak otonomi dapat bangkit membangun dan mensejahterakan masyarakatnya.

"Jadi otonomi itu ibarat penyajian di restoran Padang. Dikasihnyalah kita semua jenis menu makanan. Bolehkah kita makan semua, o silakan makan, pemilik warung pasti senang, laku makanannya. Tetapi pertanyaannya haruskah kita makan semua. Kalau kita makan semua bukannya kita bagus atau sehat, yang ada uang habis dan siap itu kolesterol," ujar Made yang mengibaratkan jika pemerintah daerah harus memprioritaskan satu program mendasar untuk meningkatkan kesejahteran.

Menurut Made, dalam melaksanakan otonomi pemerintah juga harus mempunyai target terhadap suatu program yang sedang dijalankan. Pemerintah harus melihat kebutuhan dasar masyarakat sehingga kesejahteran tercapai.

"Apa yang menjadi prioritas dasar, itu yang harus dipikirkan. Jangan semua dibuat, tetapi satupun tidak ada hasil. O ingin meningkatkan kesejahteraan, liat instrumen dasarnya apa," katanya. []

  • Uncategorized

Leave a Reply