Keluarga Minta Polres Tangguhkan Penahanan Tri Juanda

IBU kandung Tri Juanda, Lilis Suryani, meminta Kapolres Lhokseumawe menangguhkan penahanan anaknya. Surat permohonan tersebut diantar tiga aktivis HMI ke Polres Lhokseumawe, Sabtu, 1 November 2014.

Tri Juanda, 23 tahun, ditahan di polres sejak empat hari lalu setelah ia ditangkap saat memimpin unjuk rasa masyarakat eks Blang Lancang dan Rancong di depan kompleks perumahan PT Arun. Penyidik menetapkan aktivis HMI itu sebagai tersangka lantaran diduga menghasut massa sehingga merusak pagar kompleks perumahan karyawan Arun.

“Surat permohonan penangguhan penahanan Tri Juanda sudah kami bawa ke polres siang tadi. Surat itu diteken oleh Lilis Suryani, ibu kandung Tri Juanda,” kata Kabid Pembinaan Aparatur Organisasi HMI Cabang Lhokseumawe, Abdul Halim kepada ATJEHPOST.co, tadi pukul 16.00 WIB.

Abdul Halim mengantar surat itu ke Polres Lhokseumawe didampingi dua rekannya, Munawir dan Irfan. “Tadi kami juga sudah menghubungi Safruddin, penyidik kasus Tri Juanda, memberitahukan bahwa sudah kami serahkan surat permohonan keluarganya untuk penangguhan penahanan. Penyidik meminta kami kembali ke polres hari Senin, karena hari ini dan besok bukan hari kerja,” ujarnya.

Ibu kandung Tri Juanda, Lilis Suryani, 47 tahun, beralamat di Dusun Cot Trieng Barat, Gampong Uteun Geulinggang, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. Dalam surat permohonan ditujukan kepada Kapolres Lhokseumawe, Lilis menyatakan ia menjamin anaknya tidak akan melarikan diri. Lilis juga bersedia menghadirkan Tri Juanda ke polres jika sewaktu-waktu dibutuhkan penyidik untuk pemeriksaan.

“Anak saya masih tercatat sebagai mahasiswa aktif di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Malikussaleh Lhokseumawe, dan saat ini sedang proses menyelesaikan tugas akhir atau skripsi,” tulis Lilis dalam surat itu.

Lilis menyatakan ia menjamin anaknya itu tidak akan mengulangi perbuatan tersebut.

Sementara itu, Kabid Pembinaan Aparatur Organisasi HMI Cabang Lhokseumawe, Abdul Halim melalui rilis dikirim ke ATJEHPOST.co menyatakan pihaknya mengecam keras sikap Kapolres Lhokseumawe AKBP joko Surachmanto yang hingga berakhir masa jabatannya belum menuntaskan kasus Tri Juanda. “Persoalan ini menjadi catatan penting bagi Kapolres Lhokseumawe yang baru untuk bisa memberikan pelayanan dan kenyamanan bagi masyarakat,” katanya.

Menurut informasi, Kapolda Aceh telah melakukan serah terima jabatan Kapolres Lhokseumawe dari AKBP Joko Surachmanto kepada AKBP Cahyo Hutomo.[]

Berita terkait:

Presdir PT Arun Pertamina Tunggu Sikap-Pemda

  • Uncategorized

Leave a Reply