Keluarga Korban Desak Polisi Usut Penembakan Aceh

BANYUWANGI – Orang tua korban penembakan di Aceh asal Banyuwangi, Jawa Timur, meminta kepolisian mengusut tuntas kasus yang menewaskan anaknya.

"Pelakunya harus dihukum mati," kata Sumiatun, 58 tahun, ibu kandung korban di rumahnya Dusun Palurejo, kecamatan Tembokrejo, Muncar, Banyuwangi.

Pada Sabtu, 31 Desember 2011, sekitar pukul 22.00 WIB terjadi penembakan oleh orang tak dikenal ke sejumlah petugas pemasang kabel optik di Bireuen Aceh. Sedikitnya tiga orang tewas dan belasan lainnya luka-luka.

Menurut Sumiatun, dua anaknya menjadi korban penembakan di Aceh, yakni korban tewas Sudawud dan korban tertembak di kaki, Yaiman. Juga satu orang menantu yang selamat yakni Anto.

Yaiman merupakan anak ketiga dari enam bersaudara. Sedangkan Sudawud anak keempat.

Kakak sulung korban, Samin, 37 tahun, mengatakan keluarganya baru mendengar kabar tewas adiknya itu pada Minggu, 1 Januari 2012, sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. "Yaiman menelepon kami, dan mengatakan Dawud sudah tidak ada umur," katanya.

Tiga orang bersaudara itu baru sebulan bekerja di Aceh sebagai kuli pemasangan kabel optik. Sebelum di Aceh ketiganya sempat dipindah-pindah ke Lombok dan Kalimantan.

Terakhir kali keluarga bertemu dengan korban sebelum berangkat ke Aceh pada akhir November lalu. Namun keluarga mengaku tidak memiliki firasat apa-apa saat Sudawud berpamitan. "Sebelum berangkat, dia selalu berpamitan dan minta didoakan supaya sehat," ujar Samin.

Menurut Samin, dia berharap jenazah adiknya segera dipulangkan ke Banyuwangi. Keluarga sudah mempersiapkan keperluan pemakaman jenazah.

Pascainsiden itu, kata Samin, dia tidak akan mengizinkan lagi adik-adiknya bekerja sebagai kuli pemasang kabel. "Biarlah bekerja di sini sebagai nelayan. Dulu mereka semua nelayan," katanya. | sumber: tempo.co

  • Uncategorized

Leave a Reply