Kejari Lhokseumawe Belum Ada Rencana Tahan Kadis Kesehatan Tersangka Korupsi

LHOKSEUMAWE – Penyidik Kejaksaan Negeri Lhokseumawe belum ada rencana untuk menahan Kepala Dinas Kesehatan Sarjani Yunus yang telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi pengadaan alat-alat kesehatan. Saat ini penyidik telah mengantongi nama calon tersangka baru dalam kasus yang merugikan negara Rp3,5 miliar itu.

“Sejauh ini tersangka Sarjani Yunus masih kooperatif, belum kita tahan. Sekarang kita terus berupaya mengembangkan pemeriksaan, beberapa hari lalu sudah kita periksa saksi ahli dari BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan),” kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Lhokseumawe Syahril kepada ATJEHPOSTcom, Minggu, 9 Desember 2012.

Selain saksi ahli, kata Syahril, saksi-saksi dari Dinas Kesehatan, Dinas Pengelolaan Keuangan dan pihak-pihak lainnya yang berkaitan dengan pengadaan alat-alat kesehatan sumber dana APBK Lhokseumawe tahun 2011 juga diperiksa ulang secara lebih mendalam.

Menurut Syahril, sejauh ini pihaknya belum menetapkan tersangka baru dalam kasus tersebut. Namun, kata dia, pihaknya telah mengantongi nama calon tersangka baru. “Kita dalami dulu pemeriksaan, nanti kalau sudah kita tetapkan (tersangka baru) tentu akan diberitahukan,” katanya.

Sebelumnya, Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) Alfian meminta penyidik Kejari Lhokseumawe segera menahan Kadis Kesehatan Sarjani Yunus yang sudah lama ditetapkan sebagai tersangka. Kata Alfian, tersangka berpeluang mengulangi perbuatan korupsi karena masih menduduki jabatan kepala dinas. Tersangka juga berpeluang melarikan diri dan mengelabui penyidik lantaran masih dalam kekuasaan.

“Kejaksaan harus tegas, apa lagi yang ditunggu, dulu alasan menunggu hasil audit BPKP, itu sudah ada dan sudah jelas jumlah kerugian negara amat besar. Alasan apa lagi yang ingin disampaikan oleh jaksa. Kalau tersangka korupsi tidak segera ditahan, kita menilai jaksa juga sudah masuk lingkaran mafia kasus,” kata Alfian.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply