Kejari Banda Aceh Masih Kumpulkan Bukti Soal Damkar Rp16,8 Miliar

TIM penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh hingga sekarang masih mengumpulkan sejumlah bukti terkait pengadaan mobil pemadam kebakaran senilai Rp16,8 miliar yang terindikasi mark-up.

"Selama ini kami belum bisa mengatakan itu terlibat korupsi atau tidak, tapi kami hanya sedang berusaha mencari dan mengumpulkan data dulu biar nanti bisa diputuskan," ujar Kepala Kejari Banda Aceh, Husni Thamrin, SH kepada ATJEHPOST.co via telepon seluler di Banda Aceh, Kamis, 8 Januari 2015.

Ia juga belum bisa memastikan pengadaan mobil canggih dengan panjang tangga 33 meter tersebut terjadi penyelewengan uang negara.

"Kita belum bisa menduga yang nggak-nggak dulu tanpa hasil dan bukti yang jelas," ujarnya.

Sebelumnya, Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh membeberkan sebuah dokumen yang menguatkan dugaan adanya penggelembungan harga pengadaan mobil pemadam kebakaran (Damkar) Rp16,89 miliar oleh Pemerintah Aceh.

Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani menuturkan, pengadaan mobil pemadam kebakaran berawal dari surat Wali Kota Banda Aceh nomor 024/0941 tertanggal 22 Agustus 2013 perihal permohonan pengadaan unit mobil pemadam kebakaran bertangga (fire ladder).

Wali Kota Banda Aceh yang saat itu masih dipimpin almarhum Mawardi Nurdin mengajukan mobil pemadam dengan chassis Scania P250 DB 4X2 MSZ. Almarhum Mawardi Nurdin juga mengajukan spesifikasi built up 100 persen atau 100 persen barang jadi dan bukan rakitan. (Baca selengkapnya: Ini Bukti Penguat Adanya Penggelembungan Harga Damkar Rp16,89 Miliar).[]

  • Uncategorized

Leave a Reply