Kejari Banda Aceh Masih Kumpulkan Bukti Kasus Damkar Rp16,89 Miliar

TIM penyidik dari Kejaksaan negeri (Kejari) kota Banda Aceh masih terus mengumpulkan sejumlah bukti konkrit terkait pengadaan mobil pemadam kebakaran (Damkar) senilai Rp16,8 Miliar lebih yang diduga berbau korupsi.

"Sampai sekarang kami masih terus kumpulkan data dulu untuk mendukung proses penyelidikan," ujar kepala Kejaksaan Negeri kota Banda Aceh, Husni Thamrin, SH kepada ATJEHPOSTco, di Kota Banda Aceh, Senin, 12 Januari 2015.

Husni menjelaskan, hingga saat ini tim penyidik terus berusaha mengumpulkan sejumlah data dari berbagi sumber, termasuk dari media cetak maupun elektronik.

Pasalnya, kataya lagi, sampai saat ini pihaknya belum dapat memastikan apakah pengadaan mobil Damkar berpotensi praktik mark-up atau tidak.

"Kami belum bisa putuskan apakah pangadaan mobil pemadam ini terindikasi korupsi atau tidak. Sebab kami belum bisa langsung putuskan. Kita tunggu dulu hasil pengembangannya baru bisa nanti dikabarin," ujarnya lagi.

Sebelumnya, pengadaan Damkar Rp16,89 miliar diduga berbau korupsi. Pengadaan Damkar ini dimenangkan oleh PT. Dhezan Karya Perdana.

Namun hasil penelusuran ATJEHPOSTco, PT. Dhezan Karya Perdana hanyalah perusahaan pinjaman. Adapun oknum yang diduga bermain dibalik pengadaan ini adalah orang dari lingkaran Meuligoe Aceh berinisial Z, yang tak lain adalah keponakan dari Niazah A. Hamid, isteri dari Gubernur Aceh Zaini Abdullah.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply