Kecanduan Film Porno Mampu Picu Perceraian?

Kecanduan Film Porno Mampu Picu Perceraian?

Dalam pernikahan, aktivitas bercinta menjadi bumbu wajib guna menjaga keintiman dan kemesraan dengan pasangan. Film porno pun kerap dijadikan referensi dalam variasi bercinta. Akan tetapi, apa jadinya kalau kebiasaan menonton film porno sudah sampai pada tahap kecanduan?

Ternyata, kecanduan film porno dapat berakibat sangat buruk bagi biduk pernikahan. Sebab, sebuah studi menemukan bahwa 56 persen atau hampir separuh dari kasus perceraian dapat disebabkan pasangan yang memiliki obsesi terhadap film porno. Lalu, sebenarnya seberapa parahkah kecanduan terhadap film porno?

Beberapa pihak mengidentifikasikan kecanduan menonton film porno sama halnya dengan perilaku hiperseksual, ditandai dengan keinginan yang tidak dapat dikendalikan untuk melakukan aktivitas seksual atau stimulasi yang bisa berdampak negatif pada kehidupan, seperti kehilangan pekerjaan atau hubungan cinta yang kandas. Karena kebiasaan ini secara parameter psikologi dikatakan sebagai kecanduan, banyak terapis menyarankan perawatan bagi pecandu film porno sama halnya dengan perawatan untuk pecandu narkoba, yakni rehabilitasi.

Meskipun begitu, bukan berarti para hiperseks atau pecandu film porno tidak memiliki masalah destruktif dan tidak dapat dikendalikan. Artinya, para pecandu film porno membutuhkan perawatan yang berbeda dari para pecandu narkoba atau pecandu judi. Sebab, sebuah studi yang dipublikasikan pada jurnal Biological Psychology menyatakan bahwa aktivitas neurologis pecandu film porno tidak sama dengan pecandu narkoba. Studi tersebut menemukan bahwa aktivitas neurologis pecandu heroin lebih tinggi ketimbang pecandu film porno.

Studi tersebut menyatakan bahwa rehabilitasi atau medikasi untuk para pecandu film porno tidak akan berhasil karena jalur saraf dari stimuli ke sistem yang menstimulasi keinginan untuk memperoleh penghargaan atau pemberian, berbeda dengan yang terjadi pada para hiperseks. Sehingga, kecanduan film porno secara teknis tidak bisa dikatakan kecanduan. | sumber: kompas.com

Leave a Reply