Kecam PM Australia, Gerakan Mahasiswa Swasta Aceh Galang Tanda Tangan

Gerakan Mahasiswa Swasta Aceh mengumpulkan tanda tangan sebagai bentuk kekecewaan terhadap pernyataan PM Australia Tony Abott, sekaligus sebagai wujud dukungan terhadap pemerintah RI yang memvonis hukuman mati kepada dua terpidana kasus narkoba asal Australia yang disebut Bali Nine.

Aksi penggalangan tanda tangan itu dimulai pada pukul 07:00 WIB dengan menyediakan spanduk sepanjang 10 meter kepada warga untuk membubuhkan tanda tangannya.

“Antusias masyarakat yang memberikan tanda tangan sangat besar, hal ini terlihat dari banyaknya masyarakat yang ikut memberikan tanda tangan,” kata Koordinator GMSA, Marsha, kepada ATJEHPOST.co melalui surat elektronik.

Melalui aksi ini mereka menuntut agar Tony Abott meminta maaf pada masyarakat Indonesia, khususnya Aceh. Mereka juga mendukung pemerintahan Jokowi – JK untuk mengeksekusi dua terpidana tersebut.

“Kami menolak intervensi dari siapa pun dan lembaga apa pun terhadap kedaulatan hukum Indonesia,” katanya.

Pihaknya juga menyayangkan pernyataan Sekjen PBB Ban Ki Moon yang meminta Indonesia agar menghentikan eksekusi mati tersebut. Sebagai lembaga dunia seharusnya PBB memahami kedaulatan Indonesia.

“Kita sangat menyayangkan, dengan pernyataan PBB tersebut seolah-olah PBB lembaganya Australia saja, corongnya Australia bukan lembaga dunia,” ujar Marsha.

Pengumpulan tanda tangan tersebut sekaligus memberikan sinyal kepada negar-negara lain untuk tidak campur tangan atau mengintervensi Indonesia karena Indonesia adalah negara yang merdeka dan berdaulat.

GMSA merupakan gabungan dari beberapa organisasi mahasiswa yaitu Pemerintah Mahasiswa (PEMA) Universitas Abulyatama, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM ) Universitas Abulyatama, STIE Amba, STIM, dan Akbid Shaleha.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply