Kebutuhan Biologis, Napi Minta Diizinkan Menginap di Rumah

LHOKSEUMAWE – Ketentuan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Lhokseumawe melarang istri narapidana berkunjung ke LP pada malam hari untuk melayani hubungan intim dengan suaminya, membuat penghuni penjara itu meminta diizinkan menginap di rumahnya.

Permintaan tersebut disampaikan para napi saat berdialog dengan Kepala LP Lhokseumawe Edy Teguh Widodo usai mereka berunjuk rasa, Senin 11 Juni 2012. Mulanya, penghuni LP memprotes sikap Edy Teguh Widodo yang mengusir tiga perempuan mengaku istri napi berkunjung pada Minggu tengah malam atau jelang Senin dinihari.

Selesai melayangkan sikap protes terkait hal itu, para napi menuntut yang lainnya. “Mereka minta diizinkan menginap semalam di rumahnya agar bisa bersama istrinya. Tentu permintaan itu tidak bisa saya penuhi, karena sudah di luar aturan yang berlalu. Jadi saya sampaikan kepada mereka (napi) saya laporkan dulu permintaan itu kepada atasan saya (Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Aceh),” kata Edy Teguh saat ditemui The Atjeh Post, tadi sekitar pukul 16.00 WIB.

Menurut Edy Teguh, selama ini pihaknya telah memberi kelonggaran kepada napi yang punya istri untuk berhubungan intim pada siang hari. “Kita izinkan napi pulang ke rumahnya dari pukul 09.00 pagi sampai pukul 16.00 sore. Syaratnya, harus ada jaminan dari geuchik dari desa yang bersangkutan. Jadi harus sepengetahuan geuchik dan geuchik harus menjemput ke LP,” katanya.

Ternyata, lanjut Edy Teguh, setelah kelonggaran tersebut diberikan, kini para napi yang punya istri malah meminta diizinkan menginap semalam di rumah. Ibaratnya, kata Edy, setelah diberi “ekor” minta “kepala”.

“Mereka terus saja mencari-cari alasan untuk unjuk rasa. Seperti kejadian hari ini, awalnya mereka protes soal tindakan saya tadi malam melarang tiga perempuan mengaku istri napi masuk ke LP. Unjuk rasa ini terjadi karena ada beberapa dari mereka (napi) yang memprovokasi,” kata Edy Teguh.

Ia menambahkan, napi sering berunjuk rasa setelah tidak ada lagi polisi yang  bertugas membantu mengaman LP itu. “Polisi dari Polres yang di-BKO-kan di LP ini sudah ditarik kembali sejak sebulan lalu. Dulu, saat ada polisi di sini, tidak ada unjuk rasa atau ulah napi yang berlebihan,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, unjuk rasa yang dilakukan napi LP Kelas IIA Lhokseumawe, Senin siang, 11 Juni 2012, ternyata berawal dari sikap tegas Kepala LP Edy Teguh Widodo yang melarang tiga perempuan masuk ke LP tersebut, menjelang dinihari, Senin.

Kepada The Atjeh Post, Edy Teguh Widodo membenarkan dirinya melarang tiga perempuan masuk ke LP pada Minggu tengah malam atau jelang dinihari Senin. “Memang tadi malam sekitar pukul 23.50, ada tiga perempuan mau masuk LP, mereka mengaku istri napi. Ketahuan sama saya, langsung saya larang, karena memang tidak boleh berkunjung malam hari,” katanya.[]

Berita Sebelumnya:

[Update] Napi Unjuk Rasa karena Perempuan Dilarang Masuk LP Malam Hari

  • Uncategorized

Leave a Reply