KEBUN BINATANG, Film yang Dibintangi Nicholas Saputra Akan Hadir di Episentrum Ulee kareng

BANDA ACEH – Episentrum Ulee Kareng akan melaksanakan pemutaran film Kebun Binatang (Postcards from the Zoo) karya Edwin pada Sabtu (16/6) pukul 16.00 WIB.

Film ini diputar perdana di Indonesia pada Maret 2012 dalam rangkaian acara Bulan Film Nasional 2012. Pemutaran di Aceh ini merupakan rangkaian dari pemutaran Kebun Binatang keliling Indonesia serta sebagai dukungan terhadap keberlangsungan ruang pemutaran alternatif untuk publik.

Akmal M. Roem sebagai penanggung jawab Episentrum mengatakan bahwa ini merupakan suatu kebanggaan karena Aceh dipilih sebagai salah satu tempat pemutaran, karena film ini tidak diputar di jaringan bioskop komersial Indonesia.

“Film ini telah dikenal di dunia internasional setelah terpilih berkompetisi di Berlinale pada Februari silam dan kembali terseleksi untuk berkompetisi di Tribeca Film Festival, New York, AS, April 2012,” tambahnya.

Rizki, penulis ulasan film di Episentrum mengatakan bahwa film ini juga telah diperhitungkan kualitasnya di dunia film internasional yang dibuktikan atas pembelian hak peredaran internasional oleh distributor dari sejumlah negara melalui agen penjualan film (sales agent) The Match Factory.

Beberapa distributor tersebut antara lain Sponge (Korea), Joint Entertainment (Taiwan), Neue Visionen (Jerman). Film yang berdurasi 96 menit ini diperankan oleh beberapa aktor/aktris yang telah dikenal kualitas kariernya di antaranya adalah Nicholas Saputra (sebagai pesulap) dan Ladya Cheryl (sebagai Lana).

Akmal mengatakan bahwa untuk pemutaran kali ini, pihak Episentrum akan menjual tiket seharga Rp20 ribu. Bagi maniak film, sineas muda Aceh, dan publik yang ingin menonton film ini dapat mendapatkan tiket dengan menghubungi Akmal M. Roem (Komunitas Tikar Pandan, HP: 085260342687) atau dapat mendapatkannya di gerai tiket di BEM FISIP Unsyiah (Aris), Komunitas Kutubuku (Mifta) serta di Episentrum Ulee Kareng yang beralamat di jalan Lamreung No. 20, Ulee Kareng.

Hasil penjualan tiket film ini nantinya akan didonasikan untuk penggalangan dana guna pemutaran film Kebun Binatang di berbagai kota di Indonesia. Meiske Taurisia, produser film ini juga akan datang ke Aceh saat pemutaran film ini.  

Sinopsis film:

Ingatan Lana dimulai saat iya ditinggalkan oleh ayahnya, 20 tahun yang lalu. Sejak saat itu, ia tinggal dan dibesarkan oleh para perawat satwa dan berkawan dengan para satwa. Kebun binatang adalah dunia yang paling ia kenal: suara jejak kuda nil, suara kibasan telinga gajah, suara jerapah yang menyerupai suara flute.

Seiring dengan waktu, Lana melupakan ayahnya. Suatu hari seorang pemuda yang gagah, seorang tukang sulap, melalukan atraksinya di kebun binatang. Lana terkesima saat ia menyentuhnya, dan ia pun jatuh cinta. Lana meninggalkan kebun binatang dan seisinya, untuk mengikuti sang pesulap.

Di kota Jakarta, Lana menjadi asisten pesulap dan membantu pesulap berjualan obat mujarab. Mereka juga kadang disewa untuk melakukan atraksi sulap di Planet Spa. Di sebuah atraksi sulap, sang pesulap menghilang, dan tak pernah kembali. Untuk kedua kalinya, Lana ditinggalkan sendirian. Ia kemudian bekerja sebagai pemijat dan disukai para pelanggannya. Tapi ia merasa ada sesuatu yang hilang. Lana pun meninggalkan spa dan kembali ke kebun binatang.

Ingatan Lana dipenuhi dengan memorinya terhadap kebun binatang, sayangnya tidak seorang perawatpun ditemuinya di sana. Lana kembali sendirian seperti saat ia ditinggalkan ayahnya. Lanapun mendekati jerapah, dan menghampiri sahabatnya.[]
 

  • Uncategorized

Leave a Reply