Kebab Daging Domba Ala Timur Tengah

ANDA penyuka makanan Arabian? Bila penasaran, Anda bisa mencoba berbagai menu andalan, antara lain kebab. Makanan ini sudah familier di tengah masyarakat Asia Tenggara. Sensasi lezat hidangan ini juga semakin disukai di Tanah Pasundan, khususnya Kota Bandung.

Kebab merupakan menu racikan yang kerap dijumpai di negara-negara Timur Tengah. Makanan ini sebenarnya sebutan untuk hidangan daging yang diolah dengan cara ditusuk dengan menggunakan besi, juga sebuah batang yang kemudian dipanggang.

Biasanya olahan yang ditusuk ini adalah daging. Orang Timur Tengah biasanya mendaulat daging domba sebagai bahan baku utama. Boleh dibilang, jarang sekali warga Timur Tengah yang menyantap kebab daging sapi atau ayam.

Namun, daging sapi atau ayam digunakan untuk mereka yang tidak menyukai daging domba. “Kebab ada beberapa jenis, mulai daging yang dibungkus roti mirip tortilla bersama salad, ada juga yang disajikan menyerupai sate dengan menggunakan roti kobus, seperti yang terdapat di The Food Opera Resto,” kata Benni Ahmad, Corporate Chef The Food Opera. Tempat makan yang menyajikan hidangan ala Timur Tengah ini ada di kawasan Dago. Menariknya, Anda dapat menjumpai kebab yang diadaptasi dari kuliner asal Turki.

Cara pengolahannya didapuk dari daging domba yang dicincang, dicampur dengan herbal, seasoning, minyak samin,dan dibentuk seperti sate. Setelah itu, baru dibakar hingga matang. Dalam satu porsi kebab biasanya setiap tempat menyajikan tiga tusuk daging domba dengan dua buah roti kobus, tumisan bawang bombai, kismis, kacang mede, dan salad. Salad yang dibuat ini terdiri atas mentimun, wortel, tomat, dan nanas.

Hasilnya, kebab turki memiliki cita rasa yang kaya. Sekali pun menggunakan daging domba, namun aroma domba yang biasanya masih menempel pada daging, tidak terasa setelah diolah.

“Ditambah dengan sentuhan rasa pedas dari campuran merica, herbal dalam daging domba yang empuk, membuat rasanya semakin lezat. Rahasia daging domba yang tidak bau adalah karena kami menggunakan daging domba muda yang usianya baru tiga bulan,” kata Benni. Selain itu, daging domba muda memiliki tekstur yang lebih lembut ketimbang domba yang usianya empat bulan ke atas.

Hal yang paling utama, domba muda tidak akan memengaruhi kadar kolesterol tubuh. “Bukan hanya kebab, tapi hampir semua hidangan yang disajikan bersama daging domba di sini menggunakan domba muda,” ujar dia. | sumber : okezone

  • Uncategorized

Leave a Reply