Kawasdaskim: Warga Myanmar Akan Ditempatkan di Gedung SKB Alue Kejruen

Kawasdaskim: Warga Myanmar Akan Ditempatkan di Gedung SKB Alue Kejruen

LHOKSUKON – Sebanyak 582 warga Myanmar yang terdampar di perairan Samudera Pasai untuk sementara ditampung di GOR Lhoksukon, Aceh Utara. Nantinya mereka akan dpindahkan ke Gedung SKB yang berada di Desa Alue Keujruen, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara.

Hal itu disampaikan Kepala Bagian Pengawas dan Penindakan Imigrasi (Kawasdaskim) Kota Lhokseumawe, Albert Djalius kepada portalsatu.com, Senin 11 Mei 2015.

Ia mengatakan sebagai langkah pertama pihaknya sudah bekerjasama dengan Pemkab Aceh Utara, Pemkot Lhokseumawe dan Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP).

“Sesuai hasil pendataan, mereka berjumlah 582 orang terdiri dari laki-laki, wanita dan anak-anak. Mereka juga diperiksa kesehatannya agar tidak ada penyakit yang menular kepada masyarakat,” ujarnya.

Diperkirakan sekitar dua atau tiga hari ke depan meraka akan tetap berada di penampungan sementara Kota Lhoksukon. Setelah itu mereka akan dipindahkan ke Gedung SKB Alue Keujruen.

“Sejauh ini belum kita ketahui tujuan utama kedatangan mereka, karena pemeriksaan belum sampai ke tahap itu. Mereka asli Bangladesh namun sudah lama tinggal di Myanmar. Jadi kemungkinan warga Bangladesh dan Rohingya,” ucap Albert Djalius.

Sebagai pemerintah, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin memberikan fasilitas untuk warga pendatang tersebut. Saat ini pihak IOM sedang menuju ke Lhoksukon.

“Terkait deportasi, itu tahapan lain setelah pemeriksaan. Fenomena kedatangan mereka karena politik negara yang berkecamuk, sehingga mereka pergi dan terdampar di sini,” kata Albert.[](bna)

Leave a Reply