Kata Rekan Pria Afriza tentang Kronologi ke Medan (1)

PENYIDIK Kepolisian Resor Aceh Utara terus menggali keterangan dari A, rekan Afriza Mutia yang membawanya ke Medan sebelum ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di parit dekat kampungnya pada Minggu pagi, 11 Januari 2015.

Kepada penyidik, A menjelaskan kronologi terkait rencana perjalanan Afriza dan dirinya ke Medan, Sumatera Utara. Berikut kronologinya berdasarkan penjelasan A, sesuai dengan informasi yang diperoleh ATJEHPOST.co dari Satuan Reserse dan Kriminal Polres Aceh Utara.

Kamis, 8 Januari 2015 sekitar pukul 09.00 WIB, A melakukan aktivitas seperti biasanya. Mulai dari mandi, berpakaian, sarapan hingga memberi makan burung.

Pukul 12.30 WIB, A menghubungi temannya Dek Bai, 24 tahun, karyawan Carrefour yang tinggal di Medan, Sumatera Utara yang kala itu sedang berada di Langsa. Ia menghubungi Dek Bai untuk menanyakan perihal uang.

Kemudian A menemui neneknya dan bertanya, “Nek, neutanyeng bak Cek siat peu na moto (Nek, tolong tanyakan sama Cek (paman-red) sebentar apa ada mobil)”. Nenek balik bertanya, “Keupeu, ho kaneuk jak? (Untuk apa, mau pergi ke mana?)”. A menjawab, “Mau ke Langsa, jak meurumpok ngen ngon (Mau ke Langsa, menjumpai kawan)”. Jawab nenek, “enteuk lon tanyeng (nanti saya Tanya)”.

Berlanjut pukul 13.30 WIB, A pergi menemui temannya Wahyu yang berada di Gampong Ara, Tanah Jambo Aye. Ia pergi sendirian mengendarai Honda Scoopy.

Saat sedang duduk santai bersama Wahyu, tiba – tiba masuk pesan BBM dari Afriza yang isinya, “Kapan kita ke Medan?” Ditanyakan A, “Ngapain?” Dijawab Afriza, “Jalan-jalan, bosan aku karena Jumat dan Sabtu libur.”

Dikatakan A, “Tidak ada duit, rencananya aku mau ke Langsa.” Saat ditanyakan ada perlu apa ke Langsa, A menjawab, “Mau jumpa kawan, penting.”

Kala itu Afriza mengajak A untuk pergi ke Medan saja, pulangnya Minggu malam atau Senin malam. Namun A menolak dan menjawab, “Enggak bisa, sudah janji sama kawan,” Mendengar jawaban A, Afriza kembali mengatakan, “Ayolah, ke Medan saja kita.”

Setelah itu A mengaku tidak membuka dan membaca lagi pesan BBM dari Afriza. Sampai akhirnya nenek A menelfon dan memberitahukan bahwa tidak ada mobil karena sudah dipakai ke Banda Aceh.

Kemudian A menghubungi Jamal, 30 tahun, warga Gampong Cempedak, Tanah Jambo Aye untuk menanyakan perihal mobil. Di waktu hampir bersamaan kembali masuk pesan BBM dari Afriza yang berbunyi, “Gimana, bisa atau tidak?” Pesan itu tidak dibalas oleh A.

Selanjutnya Afriza menelfon A, yang baru diangkatnya pada panggilan ketiga. Afriza tetap memaksa mengajak pergi ke Medan, sedangkan A menolak dan mengatakan akan ke Langsa dan sudah merental mobil. Afriza terus mendesak dan mengajak patungan merental mobil ke Medan. Sementara A masih mengabaikan ajakan Afriza. Bersambung.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply