Kata Kapolri tentang Penembakan di Aceh

Kepolisian Daerah Aceh sedang menyelidiki kasus penembakan calon anggota legislatif dari sebuah partai lokal di Aceh.  Pria bernama Faisal itu ditemukan sudah tak bernyawa di kawasan Gunung Cot Mancang, Gampong Ladang Tuha, Kecamatan Meukek, Aceh, Minggu malam, 2 Maret 2014.

Saat olah tempat kejadian perkara, Senin 3 Maret 2014, polisi menemukan selongsong dan proyektil peluru dari kaliber 5,55 mm. 

"Polisi masih melakukan pengembangan. Mabes Polri telah mengirim tim untuk membantu penyelidikan," kata Kapolri Jendral Sutarman di kompleks Parlemen, Jakarta, seperti dilansir viva.co.id, Senin, 3 Maret 2014.

Menurut Sutarman, polisi akan lebih disiagakan mengantisipasi situasi lebih buruk. Sebab, saat ini penembakan mulai marak lagi di wilayah Provinsi Aceh. 

"Kami akan turunkan tim untuk melakukan penegakan hukum. Ada lima kejadian, terakhir pada minggu kemarin. Yang meninggal ditembak satu orang, yang lain tidak," ujarnya.

Mantan ajudan Presiden Abdurrahman Wahid ini mengatakan untuk sementara polisi melihat motif politik di balik semua aksi kekerasan di Aceh beberapa pekan terakhir ini. Kondisi ini membuatnya menyiapkan pasukan tambahan untuk mengamankan Pemilu di Provinsi Serambi Makkah ini.

"Kami tambah pasukan sebanyak 10 Satuan Setingkat Kompi (SSK) ke Aceh. Kekuatan ini langsung kami kirim dari Mabes untuk membantu Polda Aceh," ungkapnya.

Sutarman berharap dengan penambahan jumlah pasukan di Aceh potensi teror semakin mengecil. Menurunnya potensi teror sebagai indikasi Pemilu akan berjalan baik di Aceh tahun ini.

Faisal  tewas ditembak di dalam kendaraan Honda Freed warna silver dengan nomor polisi BK 1181 QN. Penembakan terjadi di kawasan Gunung Cot Mancang, Gampong Ladang Tuha, Kecamatan Meukek, Aceh, pada pukul 20.50 WIB malam saat akan menuju ke rumahnya.

Di Banda Aceh, Gubernur Zaini Abdullah juga telah menginstruksikan semua pihak untuk menghentikan kekerasan di Aceh. Zaini juga meminta polisi mengusut tuntas kasus itu. (Lihat: Gubernur: Hentikan Kekerasan di Aceh, Hukum Pelakunya). [] Sumber: viva.co.id

Berita terkait:
Wali Nanggroe Ajak Peserta Pemilu Jaga Perdamaian
 

  • Uncategorized

Leave a Reply