Kasus Dugaan Korupsi Rumah Guru, Kejati Aceh Belum Jadwalkan Pemanggilan Saksi

BANDA ACEH – Kasus dugaan tindak pidana korupsi rumah guru di Dinas Pendidikan Aceh hingga kini Kejaksaan Tinggi Aceh masih merencanakan pemanggilan para saksi. Hal itu dikatakan Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Aceh Amir Hamzah kepada The Atjeh Post, Kamis 12 Juli 2012 di ruang kerjanya.

Pemanggilan saksi, kata dia, untuk menambah keterangan terkait pengusutan kasus. "Kita masih membutuhkan bahan-bahan dan keterangan saksi tersebut,"  ujar Amir.

Dari kasus itu, kata dia, para tersangka yang telah empat kali diperiksa adalah Zulkifli Saidi atau Jol Namploh, Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh, dan Syahrul Amri.

"Sampai saat ini mereka belum ditahan karena tersangka kita anggap masih koperatif. Kita juga tidak boleh menggunakan rasa curiga, karena tetap menggunakan azas praduga tidak bersalah," ujar Amir.

Sebelumnya Zulkifli sudah diperiksa oleh jaksa penyidik Kejaksaan Tinggi Aceh terkait kasus dugaan korupsi rumah guru terpencil senilai Rp20,1 miliar.

Proyek perumahan guru itu berada di 18 kabupaten dan kota di Aceh. Masing-masing kabupaten mendapat jatah 10 unit rumah guru SD. Proyek itu menggunakan dana APBA Tahun 2009. Kasus ini mulai muncul awal 2011. Tak hanya Zulkifli Saidi, tercatat pula tersangka lainnya, yaitu Syahrul Amri, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Dugaan penyimpangan dalam proyek pembangunan rumah dinas guru di lingkungan Dinas Pendidikan Aceh itu pertama kali ditemukan oleh Inspektorat Aceh.

Dalam laporan Inspektorat yang dikirimkan ke Disdik Aceh pada Maret 2010, terungkap pembangunan perumahan guru di Kabupaten Aceh Singkil baru terealisasi 20 persen hingga 50 persen. Sementara 100 persen dana sudah dicairkan kepada rekanan pada akhir Desember 2009.

Begitu juga realisasi 10 unit rumah guru di Kota Subulussalam yang rata-rata di bawah 70 persen. Namun, Dinas tetap mencairkan 100 persen dana proyek senilai Rp1 miliar lebih kepada rekanan. Sedangkan pembangunan rumah dinas guru di Kabupaten Aceh Selatan, beberapa di antaranya malah ditemukan fiktif atau tidak dikerjakan sama sekali dan uang proyek tetap ditarik.[]

Baca Juga:

Apa Kabar Kasus Rumah Guru Fiktif, Pak Jaksa?

  • Uncategorized

Leave a Reply