KASUM Minta Kejagung dan Polri Satukan Pandangan Soal Novum Kasus Munir

JAKARTA – Komite Aksi Solidaritas untuk Munir  (KASUM) hari ini, 14 Mei 2012, bertemu dengan Jaksa Agung RI, Basrief Arief di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung. Agenda utama adalah tindak lanjut kasus Peninjauan Kembali mantan Deputi V Badan Intelijen Negara (BIN), Muchdi Purwoprandjono, dan perhatian KASUM soal saksi dan pemegang informasi kasus Munir, yang beberapa orang telah meninggal dengan penuh tanda tanya.

Dalam pertemuan tersebut kedua pihak sama-sama memahami bahwa PK untuk Muchdi hanya memungkinkan jika ada bukti baru, dan keadilan menjadi tujuan utama dalam penuntasan kasus tersebut.

Pertemuan itu dihadiri Choirul Anam, Haris Azhar, dan Bathara Ibnu Reza dari KASUM. Sementara Jaksa Agung Basri Arief didampingi oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum), Hamzah Maja beserta jajarannya.

Selain melalui bukti – bukti baru, pihak Kejaksaan Agung ternyata telah meneliti keputusan PN Jakarta Selatan dan Mahkamah Agung atas bebasnya Muchdi, walau belum memasukkan bukti –bukti yang pernah disampaikan oleh KASUM pada pertemuan November 2011 dengan Jaksa Agung, Basrief Arief,” ungkap Choirul Anam.

Dua alat bukti baru (novum) sudah diserahkan KASUM secara langsung kepada Jaksa Agung, Basrie Arief, pada saat itu berupa pengakuan BIN tentang pernyataan resmi bahwa tidak ada surat penugasan kepada Muchdi PR ke Malaysia, pada 6-12 September 2004.

“Ada pula rekaman dari pihak kejaksaan yang bertanggung jawab atas kasus Muchdi PR tentang adanya rekaman suara hubungan telpon Muchdi dan Polycarpus,” tambah Choirul Anam.

Seterusnya, KASUM mengingatkan pentingnya Kejaksaan Agung untuk berkoordinasi dengan Kepolisian, khususnya Tim Munir.

“Tim pengusutan kasus Munir bentukan Polri itu memiliki banyak informasi yang bermanfaat bagi pengajuan kembali PK, karena banyak informasi yang belum digunakan dalam pengadilan maupun informasi yang dikembangkan setelah putusan bebas Muchdi yang didapat oleh kepolisian,” kata Choirul Anam.

Dalam kesempatan ini KASUM mengapresiasi Jaksa Agung, Basrief Arief, yang berpandangan bahwa keadilan penting dalam kasus Munir, sekaligus membuka ruang untuk saling mendukung dalam penuntasan keadilan kasus Munir.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply