Kasat Reskrim: Semua yang Terlibat Diproses Sesuai Hukum

LHOKSEUMAWE- Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lhokseumawe AKP Galih Indra Giri menyebutkan pihaknya akan memproses sesuai prosedur hukum semua pelaku yang diduga terlibat perampasan mobil dan penganiayaan terhadap Jufri, warga Desa Blang Kabu, Samudera, Aceh Utara.
 
“Saat ini, lima orang yang diduga terlibat perampasan mobil Avanza BK 1908 JL dari tangan korban, sedang diperiksa oleh penyidik Unit Tindak Pidana Umum. Termasuk anggota Polsek Nibong Briptu Herman, juga sedang diperiksa,” kata Galih Indra Giri saat ditemui The Atjeh Post, usai siang tadi, Sabtu 25 Februari 2012.
 
Mulanya, kata Galih, Jufri melaporkan kasus tersebut ke Polsek Samudera. Kemudian pihak Polsek menghubungi Satuan Reserse Kriminal dan Satuan Intelijen Polres Lhokseumawe. “Awalnya info yang kita terima terjadi perampokan oleh sekelompok orang yang salah satunya memakai baju polisi dan menggunakan senjata laras panjang,” katanya.
 
“Mendapat laporan itu, kita langsung turun ke lokasi. Setelah kita selidiki ternyata bukan perampokan, tapi perampasan mobil. Kita langsung mengembangkan pemeriksaan saksi-saksi dan akhirnya teridentifikasi lima pria yang diduga terlibat, termasuk seorang anggota Polsek Nibong,” kata Galih.
 
Menurut Galih, dari lima terduga pelaku, yang pertama diamankan adalah Briptu Herman, anggota Polsek Nibong. Lalu, pihaknya menghubungi Alimuddin, warga Nisam Antara, Aceh Utara lewat handphone agar segera menyerahkan diri. Ketika dihubungi oleh polisi, Alimuddin mengaku berada di Bireuen dalam perjalanan ke Banda Aceh.
 
“Kita juga menghubungi keluarga Alimuddin agar mau membujuk Alimuddin untuk menyerahkan diri. Setelah itu, Alimuddin bersama tiga rekannya, Mirza, Ishar Fauzi dan Maimun datang ke Polres dengan membawa mobil Avanza. Jadi dia balik lagi ke Lhokseumawe dari Bireuen,” kata Galih.
 
Sesuai pengakuan Jufri, Galih melanjutkan, mulanya mobil Avanza BK 1908 JL ia rental dari Bakhtiar alias Apa Yan, warga Nisam Antara, Aceh Utara. Setelah itu, karena Apa Yan terus saja meminta uang, Jufri berencana membeli mobil tersebut. “Jufri bayar DP (down paiment/uang muka) Rp10 juta ke Apa Yan, diminta lagi uang jatah cicilan per bulan Rp4,5 juta, meski belum jatuh tempo tetap dibayar, sekalian dikasih sepeda motor sebagai jaminan, tapi Apa Yan masih minta uang lagi pada Jufri dengan alasan masih kurang,” katanya.
 
“Mobil itu sebenarnya milik Alimuddin, rekannya Apa Yan. Tapi Jufri hanya berhubungan dengan Apa Yan soal mobil itu. Dan, kita akan memanggil Apa Yan untuk diperiksa sebagai saksi, besok,” kata Galih.
 
Mengenai keterlibatan anggota Polsek Nibong dalam perampasan mobil itu, Galih menyebutkan, sesuai keterangan sementara dari Briptu Herman bahwa pada Jumat malam atau Sabtu dinihari, ia diajak oleh rekannya, Maimun, warga Nibong untuk membantu mengambil mobil Alimuddin. Kebetulan ketika itu, Herman baru pulang tugas pengamanan di Polsek.
 
“Tiba di rumah Jufri, Sabtu dinihari, bersama Alimuddin, Mirza, Ishar Fauzi, Maimun dan Brpitu Herman mengendarai tiga sepeda motor. Herman mengaku tidak ikut mengasari korban, tapi dia mengakui ada menakuti korban: ‘mobilnya mana, kembalikan’. Itu saja yang dia lakukan, sedangkan yang memukul korban adalah Alimuddin,” kata Galih.
 
Galih menambahkan, penyidik akan terus mengembangkan pemeriksaan terhadap para terduga pelaku perampasan mobil itu. “Siapa saja yang terlibat tetap kita proses, termasuk anggota Polsek itu, tentunya dengan melihat sejauh mana keterlibatannya,” katanya.
 
Ditanya apakah sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka, Galih menyebutkan, “siapa saja tersangkanya nanti setelah selesai dilakukan pemeriksaan”.
 
Sementara itu, Alimuddin mengaku tidak tahu kalau mobil miliknya direntalkan kepada Jufri oleh Apa Yan. “Kalaupun dirental, itu persoalan antara Apa Yan dengan Jufri. Yang jelas mobil itu punya saya dan sudah saya cari Jufri sejak seminggu lalu untuk mengambil kembali mobil itu,” kata warga Nisam Antara Aceh Utara ini.
 
Dirinya mencari Jufri, kata Alimuddin, karena beberapa kali sebelumnya Jufri ingkar setelah berjanji akan segera mengembalikan mobil. Bahkan sesuai pengakuan Apa Yan, kata Alimuddin, Jufri mengancam melalui SMS (layanan pesan singkat) bahwa kalau masih mencari mobil itu maka akan dibawa kabur.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply