Kapaloe! Pimpinan Pesantren Sodomi Santri di Aceh Utara

Kapaloe! Pimpinan Pesantren Sodomi Santri di Aceh Utara

LHOKSUKON – Pimpinan Pesantren NF Seunuddon, AFD, 35 tahun, dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Aceh Utara, Senin, 27 April 2015. Ia diduga kembali melakukan sodomi terhadap delapan santrinya.

Sebelumnya AFD telah divonis tujuh tahun penjara denda Rp70 juta atas kasus yang sama di Pengadilan Negeri Lhoksukon, 5 September 2014 lalu. AFD terbukti telah melakukan sodomi terhadap dua santrinya tahun 2013. Kasus tersebut saat ini masih tahap kasasi di Mahkamah Agung.

“Kasus ini terungkap Sabtu, 25 April lalu setelah salah satu korban melapor kepada orangtuanya. Korban yang disodomi adalah santri laki-laki dengan kisaran usia 13 tahun,” kata Kapolres Aceh Utara AKBP Achmadi, melalui Kasat Reskrim AKP Mahliadi, Kamis, 30 April 2015.

Ia mengatakan delapan santri yang diduga menjadi korban sodomi berasal dari Kecamatan Baktiya, Aceh Utara. Saat ini baru empat korban yang melapor, bahkan ada yang lebih dari lima kali. Kasus sodomi itu diperkirakan terjadi awal tahun 2014 hingga Maret 2014.

“Setelah mengetahui dirinya dilaporkan ke pihak berwajib, kabarnya AFD pergi dari desa. Namun kita akan tetap mengejar pelaku untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” ujar AKP Mahliadi.[](bna)

Leave a Reply