Kapal Selam Jerman U-boat Ditemukan Karam di Sungai Kanada

KANADA – Peneliti Kanada meyakini telah menemukan kapal selam Nazi yang populer disebut U-boat (Unterseeboot) yang terkubur di dalam pasir di sungai Churchill. Menariknya, kapal itu berada di dasar sebuah sungai dan berjarak 100 kilometer dari Laut Atlantik.

Seperti diberitakan News.com.au, Minggu (29/7/2012), gambar sonar menunjukkan kapal selam milik Jerman itu memiliki panjang 18 meter dan gambar ini didapat sejak tahun 2010 lalu ketika masyarakat setempat sedang mencari 3 orang yang tenggelam sungai itu.

Yang menearik adalah kapal itu ditemukan di sebuah sungai yang berjarak sekitar 100 kilometer dari Laut Atlantik. Setelah melakukan beberapa kali pemantauan, para peneliti dapat melihat dek kapal selam itu lalu sebuah senjata dan sebuah snorkel yang membawa udara masuk ke dalam kapal tanpa harus muncul ke permukaan air.

"Kami cukup yakin itu adalah U-boat. Kami telah memperlihatkannya ke kurator dan saya pikir mereka mengkonfirmasi bahwa ini adalah sebuah U-boat," ujar salah seorang tim pencari, Brian Corbin.

Corbin berharap dirinya dapat segera kembali ke sungai itu dan melihat lebih dekat U-boat itu dengan sebuah alat penyelam robotik. Sementara itu pihak pemerintahan Kanada akan mencoba membuktikan penemuan itu.

Kapal selam U-boat Jerman dikenal sering berkeliaran di lepas pantai timur Kanada pada masa Perang Dunia II. Kapal-kapal Jerman itu menghancurkan kapal penumpang antara lain kapal Newfoundland dan kapal Cape Breton Island, termasuk 23 kapal kargo dan kapal perang Sekutu di Sungai Saint Lawrence.

Pada tahun 1980-an, juga sempat ditemukan stasiun pemantau cuaca milik Jerman di Labrador, Kanada. Pihak pemerintah Jerman mengatakan kepada media Kanada bahwa masih ada sekitar selusinan U-boat yang belum ditemukan.

Seorang pejabat di kedutaan Jerman di Ottawa mengatakan jika penemuan kapal itu terbukti, maka itu merupakan penemuan yang sensasional karena kapal itu ditemukan jauh di pedalaman yang berjarak 100 kilometer dari Laut Atlantik. | sumber: detik

  • Uncategorized

Leave a Reply