Mahasiswa Unsyiah Kembali Wakili Aceh di Ajang United for Peace

BANDA ACEH – Untuk yang ketiga kalinya mahasiswa Sosiologi FISIP Universitas Syiah Kuala, Ramadhan, mewakili Aceh dalam kegiatan kepemudaan nasional Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSALI) United for Peace. Untuk tahun ini, event tersebut kembali digelar di Jakarta pada 6-9 Mei 2015 mendatang. Sebelumnya mahasiswa yang akrab disapa Roma ini berturut-turut menjadi peserta mewakili Aceh pada tahun 2013 dan 2014.

Hal ini menjadi kebanggan sendiri bagi anggota organisasi The Leader ini. Lewat ajang ini ia memiliki kesempatan besar untuk mempromosikan proses perdamaian dan toleransi yang selama ini terjadi di Aceh ke tingkat nasional.

“Setelah dilakukan seleksi secara ketat oleh panitia dari 819 pelamar melalui project essai dan wawancara, Alhamdulillah akhirnya saya terpilih menjadi 1 dari 35 peserta seluruh Indonesia untuk mewakili Provinsi Aceh,” ujar inisiator Kampung Rencong ini kepada portalsatu.com, Selasa, 14 April 2015.

YSEALI United for Peace adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh CINTA Indonesia yang bertujuan mempromosikan nilai-nilai keberagaman, toleransi budaya dan perdamaian, meskipun dari latar belakang suku dan agama yang berbeda-beda.

Kegiatan ini akan dilakukan selama empat hari, terdiri dari lokakarya kreatif dan seminar pada tiga hari pertama. Mencakup topik identitas dan keragaman, hak asasi manusia, resolusi konflik dan pluralisme. Hari terakhir akan digelar Festival Perdamaian yang diakhiri dengan pelepasan lampion perdamaian.

“Jadi program ini menekankan pada pembekalan kemampuan dasar berdialog dan keterampilan dalam resolusi konflik baik lintas agama maupun lintas budaya,” kata pemuda asal Lhokseumawe ini.

Melalui kegiatan YSEALI United for Peace ini, diharapan para peserta mampu menjadi agent of peace dengan mempromosikan perdamaian di provinsi masing-masing melalui post project.

“Semoga materi dan pengalaman yang saya dapatkan nantinya bisa saya kembangkan untuk mengestafetkan perdamaian di Aceh khususnya bagi kaum muda lintas suku dan lintas agama melalui Project Sport Peace for Youth,” katanya.[] (ihn)

Leave a Reply