Home Kampus Mahasiswa FSH Ar-Raniry Tandatangani Petisi Tolak Perpeloncoan

Mahasiswa FSH Ar-Raniry Tandatangani Petisi Tolak Perpeloncoan

96
0

BANDA ACEH – Sebanyak 960 mahasiswa baru UIN Ar-Raniry Banda Aceh menandatangani petisi penolakan perpeloncoan dalam kegiatan orientasi dan pengenalan akademik kampus.

Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Dewan Mahasoswa Fakultas Syariah dan Hukum (DEMA FAH) UIN Ar-Raniry berbarengan dengan agenda orientasi mahasiswa baru di kampus itu pada Selasa, 1 September 2015.

Penandatanganan petisi diawali oleh Dekan Fakultas Syariah & Hukum Dr. Khairuddin, diikuti seluruh wakil dekan di FSH.

Khairuddin menjelaskan, perguruan tinggi merupakan lembaga pendidikan untuk membentuk karakter dan moral mahasiswa.

“Sudah saatnya kampus meninggalkan sistem perpeloncoan yang tidak mendidik, mengintimidasi, melakukan kekerasan mental dan fisik,” ujar Khairuddin di sela-sela kegiatan.

Ia juga mengapresiasi kegiatan orientasi yang dilakukan DEMA FSH tahun ini yang menurutnya amat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya apa yang dilakukan oleh DEMA FSH sesuai dengan instruksi pemerintah melalui Mendikbud beberapa waktu yang melarang memberlakukan sistem perpeloncoan di kampus.

Sementara itu, ketua panitia Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (OPAK) FSH, Saifunnur, menjelaskan jika konsep pengenalan kampus yang dilakukan pihaknya memang jauh dari budaya kekerasan dan intimadasi.

Penandatanganan petisi ini menurutnya dimaksudkan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa di UIN Ar-Raniry sistem perpeloncoan sudah ditinggalkan khususnya Fakultas Syariah dan Hukum.

Selain itu, penandatanganan hal tersebut juga bertujuan untuk mengkampanyekan kepada dunia bahwasanya Aceh telah meninggalkan contoh tidak baik ini.

“Kita ingin menjadi orang pertama yang meninggalkan budaya tidak baik yang membudaya di dunia kampus. Tugas mahasiswa adalah membawa perubahan dan menunjukkan jalan yang baik bagi seluruh masyarakat,” kata mahasiswa Jurusan Hukum Keluarga ini.

Hal yang sama disampaikan Pjs Ketua DEMA FSH, Imran Zulfitri. Menurutnya mahasiswa generasi baru ini harus diberikan contoh yang baik dari sejak awal mereka memasuki dunia kampus. Lebih lanjut ia menuturkan apa yang dilakukan oleh pihaknya yakni ingin mengembalikan fungsi utama lembaga pendidikan yakni melahirkan agen penerus dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Zaman ini bukan lagi saatnya mahasiswa dibodoh-bodohi, dilucutkan moralnya. Jika kita mau maju, maka kita harus meninggalkan budaya tidak baik terutama di perguruan tinggi tempat dimana para intelektual dilahirkan,” kata Imran.[] (ihn)