Home Kampus Ini Kata Ketua Umum YDBU Soal Status STIKes Bustanul Ulum Langsa

Ini Kata Ketua Umum YDBU Soal Status STIKes Bustanul Ulum Langsa

172
0

LANGSA – Ketua Umum Yayasan Dayah Bustanul Ulum (YDBU) Langsa, Amiruddin Yahya, MA, lembaga pendidikan yang dipimpinnya dalam proses kondisi aktif.

Ini, katanya, sesuai dengan surat Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wil XIII Aceh, Nomor 537/K13.1.2/AK/2015, yang ditandatangani Koordinator Kopertis Aceh, Prof. Dr Jamaluddin, M.Ed, 29 Juni 2015.

“Jadi, untuk kelancaran pelaporan 2014-1 STIKes Bustanul Ulum Langsa, Kopertis meminta bantuan Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Dikti untuk mengaktifkan kembali PTS STIKes Bustanul Ulum dan menghapus PTS AKBID Bustanul Ulum Langsa pada halaman Forlap Dikti dikarenakan telah mengalami peningkatan status,” katanya.

Dikatakan Amiruddin Yahya, meskipun di Formulir Laporan Pangkalan Data Perguruan Tinggi (Forlap – PDPT) DIKTI berstatus non aktif, tidak berarti STIKES Bustanul Ulum Langsa dinyatakan kampus bermasalah  dan tidak legal seperti apa yang  sedang berkembang di masyarakat.

“Sedangkan prodi-prodi yang ada di STIKes  Bustanul Ulum Langsa berstatus aktif di Forlap PDPT DIKTI.  Ini menunjukkan ada sebuah proses yang masih berjalan di DIKTI karena kampus STIKes Bustanul Ulum Langsa merupakan hasil dari perubahan bentuk,” katanya.

Kata Amiruddin lagi, Keputusan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 250/E/O/2014 tertanggal 18 Juli 2015 tentang perubahan bentuk Akademi Kebidanan Bustanul Ulum Langsa menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bustanul Ulum Langsa yang diselenggarakan Oleh Yayasan Dayah Bustanul Ulum Langsa yang memiliki 3 (tiga) Program Studi Yaitu D-III Kebidanan, S-1 Kesehatan Lingkungan dan S-1 Administrasi Rumah Sakit.

Selanjutnya, kata dia, pihak STIKes terus berkoodinasi dengan KOPERTIS Wilayah XIII Aceh dan juga Dikti agar segera diaktifkan  supaya menghindari informasi miring terhadap STIKes Bustanul Ulum Langsa akibat dari publikasi yang beredar di media online dan media massa.

“Seolah-olah STIKES memiliki kesalahan besar sehingga harus di non aktifkan,” kata dia.

“Sampai saat ini pihak lembaga STIKes tidak melanggar aturan dan melanggar prosedur terkait penyelenggaran pendidikan. Apalagi STIKes Bustanul Ulum Langsa baru berusia setahun  terhitung sejak alih status pada Juli  2014. Jadi sangat mustahil bermasalah, jadi kami mohon kepada masyarakat untuk tidak resah dan mempersepsi STIKes Bustanul Ulum negatif,” ujarnya.

“Jadi, ini ada proses yang sedang berjalan di Dikti sehingga di Forlap PDPT DIKTI berstatus non aktif. Sedangkan program studi (Prodi) STIKes  di Forlap PDPT DIKTI berstatus aktif. Artinya, lembaga kita tidak bermasalah. Kami terus berupaya agar Dikti merubah status STIKes kami menjadi aktif agar masyarakat tidak merasa resah dan bingung tentang legalitas STIKes Bustanul Ulum Langsa,” kata Amiruddin Yahya.

Sebelumnya diberitakan, Kemenristek Dikti yang dipimpin Muhammad Nasir terus berupaya membereskan kampus-kampus yang bemasalah. Bahkan, sejumlah kamus pun diindentifikasi bermasalah dengan menyelenggarakan pembelajaran yang tidak sesuai aturan, bahkan ada yang memperjualbelikan ijazah.

Bahkan, kini muncul pengumuman yang menyatakan ada 243 kampus yang telah dinonaktifkan sejak 29 Maret lalu. Ratusan kampus itu diduga bermasalah. Dua diantaranya dari Aceh. [] (mal)