BEM Unimal Siap Gelar Ospek Mahasiswa Sesuai Instruksi Kemenristek

LHOKSEUMAWE – Badan Eksekutif Mahsiswa (BEM) Universitas Malikussaleh dan organisasi mahasiswa lainnya di universitas itu siap menyelenggarakan ospek mahasiswa sesuai dengan pedoman Kemenristek dan Dikti.

Hal ini disampaikan Wakil Presiden Mahasiswa Unimal, Zahri Abdullah, melalui siaran persnya yang diterima portalsatu.com, Minggu, 02 Agustus 2015 terkait Orientasi Pengenalan Mahasiswa baru di Unimal.

Zahri menyebutkan, pada prinsipnya dalam pelaksanaan ospek tahun ini,  mereka tetap berpedoman sesuai  arahan Kemenristek dan Dikti.

“Kalau mahasiswa sudah siap sekarang tergantung pimpinan Perguruan Tinggi dalam menyikapi perihal tentang ospek,” kata Zahri.

Lebih jelas ia mengatakan, pada intinya yang dilarang oleh Kemenristek dan Dikti  yakni kegiatan perpeloncoan atau tindakan kekerasan dalam pelaksanaannya. BEM Unimal dan Ormawa sudah berkomitmen perpeloconcoan dan tindakan kekerasan menjadi musuh bersama dan haram dilakukan.

“Kami menilai kegiatan ospek sangat penting bagi mahasiswa baru khususnya mahasiswa Unimal, karena di dalam ospek yang kita ajarkan sesuai dengan aturan yang berlaku seperti tentang pembinaan akademik, kemahasiswaan, organisasi dan kearifan lokal Aceh,” katanya.

Mahasiswa baru kata Zahri, harus mengetahui  bagaimana sistem belajar di Unimal dan prosedur akademik yang berlaku, dan peranan mahasiswa dalam Perguruan Tinggi serta fungsi organisasi yang ada di kampus.

“Saat ini, sangat minim mahasiswa mengetahui organisasi kampus apalagi jika tidak ada ospek, pengenalan kearifan  lokal atau local wisdom juga sangat penting bagi mahasiswa baru.”

BEM Unimal dan seluruh ormawa Unimal menyatakan siap melaksanakan ospek dengan segala konsekuensi untuk menjalankannya. Hal ini kata Zahri membutuhkan persaman persepsi antara mahasiswa dan pihak rektor.

“Kalau sudah sepakat tinggal kami bahas teknis dan mekanisme seperti apa untuk dijalankan, semuanya kembali kepada mahasiswa dan rektor dalam menyikapi permasalan ospek di tingkat perguruan tinggi karena kedua-duanya menjadi objek jika terjadi pelanggaran,” katanya.[] (ihn)

Foto : Zahri Abdullah, Wakil Presiden Mahasiswa Unimal.

Leave a Reply