49 PTAI Dapat Sanksi dari Kemenag

JAKARTA – Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama, Amsal Bakhtiar, mengatakan, 49 perguruan tinggi agama Islam di seluruh Indonesia mendapat sanksi karena dinilai melanggar aturan. Namun tidak ditemukan kasus ijazah palsu di lingkungan PTAI

“Total kampus di bawah Diktis yang mendapat sanksi sebanyak 49 lembaga dan sanksi yang diterbitkan cukup beragam, tapi tidak ada yang tersangkut masalah ijazah palsu,” kata  Amsal Bakhtiar sebagaimana dikutip portalsatu.com di situs resmi kemenag.go.id, Rabu, 17 Juni 2015.

Kampus tersebut lanjut Amsal, tidak ada kampus negeri atau PTAIN. Tapi yang diberi sanksi seluruhnya kampus swasta. “Saat ini jumlah perguruan tinggi agama Islam swasta (PTAIS) lebih dari 500,” ujarnya.

Amsal mengatakan, adanya sikap tegas dari Kemenag diharapkan ada perbaikan dan peningkatan mutu pada lembaga pendidikan tinggi Islam itu. “Supaya kesalahan yang sama tidak akan terulang pada masa yang akan datang,” katanya.

Menurut dia, sanksi yang diterbitkan mulai teguran tertulis dengan tingkatan ringan dan keras hingga sanksi yang cukup berat, yakni penonaktifan kampus setempat. “Kami memberikan teguran untuk dilakukan sejumlah perbaikan, ada yang kita beri waktu enam bulan bahkan sembilan bulan untuk memperbaiki,” katanya.

Apabila tidak ada perbaikan, lanjut dia, pihaknya bisa mencabut izin operasional karena tujuan pemberian sanksi itu untuk mendisiplikan kampus-kampus yang nakal.

Sejumlah kampus tersebut diberi sanksi karena melakukan beberapa pelanggaran, di antaranya terdapat konflik yayasan dengan rektor, membuka kelas jauh, dan penerapan program studi yang salah. “Seperti pemberikan gelar MPd, seharusnya MPdI, sebab kalau MPd itu punya Dikti,” ujarnya.[] (ihn)

Leave a Reply