Kampanye Negatif di Media Sosial, Bagaimana Mengatasinya?

Menjelang hari pemilihan pada 9 April mendatang, media sosial seperti Facebook dan Twitter kini menjadi salah satu alat kampanye. Tak hanya ajakan memilih, kampanye negatif untuk menjelek-jelekan lawan politik juga kerap diposting di sana. 

Di akun facebook, misalnya, alih-alih menonjolkan program partainya, facebook salah satu petinggi partai malah dipenuhi hujatan terhadap partai lain. 

Memasuki minggu tenang, intensitasnya kian meningkat, termasuk ajakan memilih caleg-caleg tertentu. 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengaku kesulitan mengontrol media sosial. "Ini terjadi, tenaga kami terbatas," kata anggota komisioner KPU, Juri Ardiantoro di Jakarta seperti dilansir Republika.co.id, Minggu, 6 April 2014. 

Partai dan caleg kerap masih memanfaatkan masa tenang untuk kampanye melalui media sosial (medsos). Hal ini masih sering terjadi karena Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengaku kesulitan mengontrol medsos. "Ini terjadi. Tenaga kami terbatas," jelas anggota komisioner KPU, Juri Ardiantoro, saat dihubungi, Ahad (6/4). 

Ia mengaku menemukan banyak akun media sosial yang sulit ditelusuri kepemilikannya. Akun tersebut membuat pernyataan berbau kampanye. Seperti mengarahkan masyarakat pengguna media sosial untuk memilih partai tertentu. 

Juri mengatakan, seharusnya dalam masa tenang aktivitas kampanye diharamkan. Itu sebabnya, Juri meminta masyarakat melaporkan ke Panwaslu dan Bawaslu. Namun, pada kenyataannya, kata Juri, ada saja kampanye terselubung pada masa tenang seperti pengkondisian di media sosial, maupun timses yang menyambangi rumah-rumah warga dengan alasan silaturrahmi. 

Tentang atribut kampanye masa tenang, Juri mengatakan hal itu tidak bisa dibiarkan. "Semuanya harus dicopot," ujarnya.[] sumber: republika.co.id

Berita terkait:
Ini Penyebab Bawaslu Aceh Tak Berdaya Hadapi Kampanye Negatif di Media Sosial

  • Uncategorized

Leave a Reply