Kak Ti: Untuk Apa Gubernur ke Jakarta?

ANGGOTA DPR Aceh, Dr Mariati, menyatakan bencana banjir dan longsor di kawasan barat selatan Aceh saat ini adalah yang paling parah. “Masyarakat di sana itu sangat membutuhkan bantuan. Jadi Pemerintah Aceh maupun di kabupaten harus siaga 24 jam,” kata politisi perempuan dari Partai Aceh ini di gedung DPR Aceh, Banda Aceh, Senin 3 November 2014.

“Jadi untuk apa Gubernur Aceh –-Zaini Abdullah—harus meninggalkan rakyatnya yang sedang berada dalam kecemasan itu. Inilah yang kami sesalkan. Mestinya, gubernur berada di tempat dan memimpin secara langsung penanganan bencana di Aceh. Apalagi ini terjadi di seluruh Aceh,” kata Mariati yang biasa disapa Kak Ti ini.

Untuk kepentingan apapun, kata Mariati, gubernur harus memilih tetap berada di tempat. “Bahkan Presiden Jokowi pun akan mengerti jika gubernur mengatakan tak bisa datang ke jakarta sebab rakyat Aceh sedang dalam kecemasan dan terperangkap bencana longsor dan banjir,” katanya.

Mariati sangat mencemaskan kondisi rakyat yang terkurung longsor dan banjir itu. “Mereka itu pasti sangat kesusahan. Makanan mereka bagaimana, bantuannya seperti apa yang sudah dilakukan. Ini semua harus diupdate per menit. Saya sudah telepon Dinas Bina Marga Provinsi Aceh dan dinas terkait dan mendesak mereka bekerja keras,” katanya.

Mariati meminta Dinas Bina Marga Aceh untuk menempatkan alat-alat beratnya di lokasi bencana. “Sekarang bekerja keraslah untuk melayani rakyat yang sedang susah,” katanya.

Banjir dan longsor di Aceh sudah terjadi dalam sepekan ini. Sejumlah daerah sudah terisolasi akibat terputusnya jalan. Ribuan rumah warga terendam banjir. Warga di sejumlah daerah ini berada di pengungsian. Sementara hujan deras sampai hari ini masih melanda Aceh. []

  • Uncategorized

Leave a Reply