Kak Seto Anggap Fenomena ‘Marlboro Boys’ Sebagai Kritik untuk Pemerintah

Fenomena Marlboro Boys hasil jepretan fotografer asal Kanada, Michelle Liu menampilkan wajah anak-anak perokok di Indonesia. Pemerhati anak Seto Mulyadi menganggap bahwa foto-foto tersebut merupakan kritik atau peringatan untuk pemerintah.

"Fenomena itu memang nyata. Di daerah dan di pelosok Indonesia memang ada anak-anak yang merokok seperti itu. Makanya ini harus ditanggapi sebagai kritik atau peringatan untuk pemerintah agar jangan main-main terhadap masalah rokok," tutur pria yang akrab disapa Kak Seto ini kepada detikHealth, Selasa (19/8/2014).

Dilanjutkan kak Seto bahwa memang seharusnya Indonesia merasa malu karena wajah anak-anaknya terpajang sebagai perokok. Pasalnya, bahaya yang ditimbulkan oleh rokok bukan hanya masalah kesehatan yang berdampak pada diri sendiri, namun juga bisa jadi pintu gerbang anak-anak untuk mulai mengonsumsi narkoba.

"Apa bedanya rokok dengan narkoba? Rokok adalah awal, pintu masuknya anak-anak jadi kecanduan narkoba. Pertama merokok, lalu kecanduan, akhirnya coba-coba narkoba dan kecanduan juga," paparnya lagi.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Lentera Anak Indonesia, Hery Chariansyah menuding ada sejumlah faktor yang membuat anak-anak Indonesia begitu mudah berkenalan dengan rokok. Salah satunya iklan yang memberikan akses langsung industri rokok terhadap anak-anak.

Faktor lain yang tidak boleh dilupakan, menurut Hery adalah anggapan tentang rokok sebagai produk yang normal untuk dikonsumsi. Padahal di dalamnya, terkandung ratusan bahan kimia berbahaya, sebagian di antaranya bersifat karsinogen atau menyebkan kanker.

Tak ketinggalan, Hery menyinggung soal lemahnya regulasi tentang pengendalian rokok. "Aturan sudah ada, tapi tidak ada sanksi bagi yang melanggar," sesal Hery. | sumber : detik

  • Uncategorized

Leave a Reply