Kadin Aceh Utara Minta Wings Air Turunkan Harga Tiket Lhokseumawe-Medan

LHOKSUEMAWE – Ketua Kamar Dagang dan Industri Aceh Utara Teuku Moni Alwi berharap managemen maskapai Wings Air menurunkan harga tiket pesawat ini untuk rute Lhokseumawe-Medan yang belakangan semakin tinggi.

“Kami dari dunia usaha tentunya mengucapkan terima kasih kepada Wings Air yang hingga kini masih terbang tiga kali seminggu melayani rute Lhokseumawe-Medan,” kata Moni Alwi kepada ATJEHPOSTcom, Sabtu, 24 November 2012.

Menurut Moni Alwi, pada awal-awal Wings Air terbang Lhokseumawe-Medan tahun 2010 lalu, maskapai ini hampir saja menutup rute ke Lhokseumawe karena minimnya penumpang. Dalam kondisi tersebut, Moni Alwi mengaku sempat menelepon Manager Area Wings Air, Ari supaya bertahan.

“Setelah PT Arun memboking beberapa seat (kursi), Wings Air kembali terbang normal, bahkan menambah rutenya dari dua kali jadi tiga kali seminggu. Namun seiring Wings Air ‘terbang tinggi’ (menambah rute karena mulai banyak penumpang), harga tiket juga ikut tinggi walau pada hari-hari biasa, bukan fix atau liburan,” kata Moni Alwi.

Melambungnya harga tiket, kata Moni Alwi, tentu saja memberatkan masyarakat dan pengusaha lokal yang menumpang pesawat dengan uang pribadi. Beda dengan karyawan PT Arun maupun pegawai perusahaan besar lainnya yang ditanggung perusahaan.  

“Kami menghimbau managemen Wings Air untuk mempertimbangkan harga tiket yang terlalu mahal agar bisa diturunkan secara layak,” kata Moni Alwi.

Informasi diperoleh ATJEHPOSTcom dari salah satu agen tiket pesawat di Lhokseumawe, harga tiket Wing Air pada awal-awal maskapai itu terbang Lhokseumawe-Medan dan sebaliknya hanya Rp370 ribu per seat. Kini, harga tiket Wings Air mencapai Rp400 ribu-Rp500 ribu, bahkan pernah Rp600 ribu-Rp700 ribu.

Moni Alwi menambahkan, prospek bisnis maskapai yang melayani rute Lhokseumawe-Medan ke depan akan lebih baik dengan dibangunnya Terminal Gas hasil alihfungsi Kilang Arun di Lhokseumawe. “Juga masuknya beberapa  perusahaan besar dari dalam maupun luar negeri untuk melakukan eksplorasi minyak dan gas di sini,” katanya.

Menurut Moni, pihaknya sudah berbicara dengan Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib atau Cek Mad dan jajarannya tentang tingginya harga tiket Wing Air belakangan ini. “Pak bupati menyarankan supaya hal ini disampaikan secara baik ke pihak managemen Wings Air, jika tidak direspon, beliau bilang kita akan cari solusi lain,” katanya.

”Kita berharap maskapai ini merespon dan mendukung rencana Pemerintah Aceh yang telah mencanangkan Visit Aceh Year's 2013. Salah satu bentuk dukungannya barangkali adalah menurunkan harga tiket, jangan terlalu mahal,” kata Moni Alwi.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply