Kadaka Makin Cacat, Makin Mahal

Di tengah riuh kembalinya tanaman-tanaman lama di dunia pertamanan, terselip salah satu tanaman indoor lama, kadaka. Tanaman dari golongan paku-pakuan yang memiliki daun-daun indah ini memang layak diperhitungkan. Di samping ciri khas keindahan fisik, keragaman bentuk daunnya membuatnya kembali diminati pecinta tanaman hias.

Ciri khas keindahan daunnya yang seperti sarang burung menyebar ke segala penjuru, menambah sejuk suasana dalam ruang.

Tanaman yang masih satu keluarga dengan pakis ini pun kembali hadir untuk membawa suasana nostalgia ke ruang dalam rumah Anda. Letakkan di bawah sinar matahari limapuluh persen agar pertumbuhannya optimal.

Tak Suka Panas dan Lembap

Sekilas fisik asplenium scorpio yang satu ini sudah menarik hati. Daunnya seperti pakis namun berumbai. Bukan tercabik oleh perlakuan yang tak layak, justru pinggir daun tak beraturan alami itulah yang membuatnya semakin mencuri perhatian.

Bila dirawat dengan benar, keluarga paku yang satu ini bisa mencapai panjang daun 40 sentimeter dan tinggi hingga setengah meter.

Sebagai tanaman paku-pakuan, kadaka memiliki fisik yang tahan meski berada dalam ruangan. Ini juga dipengaruhi oleh karakter kadaka yang tidak begitu menyukai panas terik matahari.

Bila diletakkan sebagai tanaman outdoor , kadaka tumbuh dengan baik bila diberikan paranet dengan intensitas cahaya 50 persen sinar matahari. Cahaya matahari yang tidak terlalu banyak ini akan membuat warna daun kadaka menjadi hijau muda segar. Sedangkan bila terpapar sinar matahari terlalu banyak, warna daunnya akan berubah menguning.

Meski tidak menyukai suasana terik, bukan lantas tanaman asplenium ini menyukai kelembapan. Justru untuk penyiraman, harus benar-benar memperhatikan proporsi air. Kadaka yang tidak menyukai media terlalu lembap ini sebaiknya cukup disiram 3 hari sekali atau saat media tanam sudah terlihat kering saja.

Pembiakan Tak Mudah

Tanaman kadaka dewasa memang dinikmati dari fisik daunnya yang mekar dan dominan. Namun untuk menghasilkan sebuah tanaman dewasa yang dapat dinikmati penampilan indah daunnya, dibutuhkan waktu yang sangat panjang.

Ya, tanaman ini memang tidak dibiakkan dengan mudah. Pembiakan kadaka adalah melalui spora yang didapat dari kotak spora yang terjajar di balik pinggiran daun. Bisa juga dibiakkan dengan split , namun risiko kegagalannya juga tidak kecil dan tidak bisa langsung menjadi banyak.

Spora kadaka diambil dari kotak spora yang sudah tua, kemudian ditebar di atas remukan pakis. Pakis yang dijadikan media tanam ini, sebelumnya telah direbus agar steril dari jamur dan parasit. Setelah ditabur kemudian tanaman disungkup hingga tumbuh seperti lumut sekitar usia 2 minggu.

Baru setelah tanaman mulai besar atau berusia sekitar satu bulan, tanaman dapat dipindahkan ke polybag  diameter 8 sentimeter satu per satu.

Meski tanaman kadaka dewasa bisa dikatakan tangguh, tanaman mudanya memerlukan perlakuan yang ekstra hati-hati. Terutama dipertahankan dari gangguan parasit dan jamur.

Setelah seedling  memperlihatkan daun minimal 2 helai, barulah tanaman bisa dipindahkan ke dalam pot. Total keseluruhan waktu yang dibutuhkan untuk pembiakan bisa memakan waktu bulanan bahkan tahunan.

Tangguh dan Fleksibel

Keluarga asplenium  ini merupakan tanaman yang tangguh dan bisa dikatakan tidak memiliki musuh alam. Cukup tanam dengan media tanam poros sesuai karakternya. Media tanam poros bisa berupa campuran kompos dan pakis hancur, dengan perbandingan 2 sendok makan kompos dan sisanya pakis hancur untuk mengisi pot diameter sekitar 15 sentimeter.

Hama tanaman kadaka adalah kutu putih dan ini pun jarang ditemui. Namun bila memang ditemukan kutu putih pada tanaman hias indoor ini, bisa menggunakan pestisida seperti Matador yang disemprotkan sesuai dosis penggunaan.

Sedangkan pemupukan, kadaka dapat dipupuk semprot semenjak dipindahkan ke pot besar. Sebenarnya, ia tidak begitu mendesak untuk pemupukan. Namun bila memang menghendaki penampilan yang lebih prima, tak ada salahnya dilakukan pemupukan semprot. Selain itu, gunakan air yang sudah diinapkan semalam untuk penyiraman rutin.

Pemanfaatan tanaman kadaka sebagai tanaman hias rumah bisa dijadikan tanaman indoor . Namun bila menghendaki sebagai tanaman outdoor , kadaka juga bisa digunakan sebagai alternatif tanaman relief kolam. Akar kadaka yang seperti pakis mampu menahan posisinya, menempel di tembok. Di bawah air terjun mini, kadaka membuat pemandangan relief kolam makin hidup. | sumber: tabloidnova

  • Uncategorized

Leave a Reply