Jokowi Bakal Bicarakan Musibah Crane dengan Pemerintah Arab Saudi

Jokowi Bakal Bicarakan Musibah Crane dengan Pemerintah Arab Saudi

JEDDAH – Sedikitnya 33 jemaah haji asal Indonesia menjadi korban atas terjungkalnya alat konstruksi derek (crane) di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. Untuk itu Presiden Joko Widodo ingin membicarakan hal tersebut dengan pemerintah Arab Saudi.

“Nanti dalam pertemuan dengan menteri terkait akan disampaikan hal tersebut,” ujar Seskab Pramono Anung di Istana Raja Faisal, Jeddah, Sabtu (12/9/2015).

Jokowi akan ditemui oleh sejumlah menteri, termasuk kepala intelijen Arab Saudi di Istana Raja Faisal. Tentunya akan ada beragam isu yang dibahas, termasuk pula peristiwa terjungkalnya crane tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (11/9) pukul 17.30 waktu setempat. Alat berat yang digunakan untuk pembangunan dan pelebaran Masjidil Haram itu juga disebut tersambar petir sebelum akhirnya terjungkal dan jatuh mengenai ratusan jamaah haji.

Pada saat itu memang di Makkah tengah terjadi hujan deras disertai es, sementara di Jeddah dilanda angin kencang disertai pasir. Presiden Jokowi yang baru tiba di Jeddah sedianya akan langsung menengok para korban, tetapi pihak Kerajaan Arab Saudi tak mengizinkan dengan alasan keamanan.

Mengenai keberadaan 15 crane besar di Masjidil Haram sendiri juga membuat Arab Saudi dikritik. Salah satunya adalah Irfan Al-Alawi dari yayasan riset Islamic Heritage Reasearch Foundation.

“Arab Saudi harus memikirkan kembali strategi keselamatan dan kesehatannya,” kata Alawi.[] sumber: detik.com

Leave a Reply