“Jika Dayah Kuat, Maka Aceh Akan Kuat”

“Jika Dayah Kuat, Maka Aceh Akan Kuat”

“Hormattttt, grak!”

Langkah-langkah teratur, tegap, rapi, dengan sudut hormat yang terukur melewati podium utama Apel Tahunan 2015 Pesantren Oemar Diyan, Indrapuri, Aceh Besar, Minggu 6 September 2015.

Di podium utama tampak Gubernur Aceh, Zaini Abdullah yang didampingi Wakil Ketua DPR Aceh, Sulaiman Abda, Kepala BPPD Bustami Usman dan Kepala Kantor Kementerian Agama. Tentu saja ada Pimpinan Pesantren Oemar Diyan, ustad Fakhruddin Lahmuddin.

Usai memberi hormat, para santri yang dibagi dalam puluhan barisan mengambil tempat. Mereka semua membentuk barisan berbentuk U, menghadap podium.

Selain santri yang tampil dengan pakaian putih dipadu biru, pakaian putih-putih bagi penggerek bendera, dan pakaian adat, juga tampak keluarga atau wali santri.

Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, sambutannya mengatakan pesantren atau dayah tidak bisa dipisahkan dalam sistem pendidikan Aceh. Pesantren atau dayah sendiri, di Aceh adalah simbol pengembangan Islam.

Saat ini, menurut gubernur, ada seribuan dayah atau pesantren di Aceh, dengan jumlah santri puluhan ribu. Pesantren Tgk. Chiek Oemar Diyan merupakan salah satu pesantren yang sudah menghasilkan santri-santri berkualitas.

Alumni Oemar Diyan telah banyak melanjutkan pendidikan S1, S2 dan S3 di berbagai perguruan tinggi di Timur Tengah, Eropa, Amerika, juga di Australia.

Hal itu, menurut Gubernur Aceh, membuktikan pendidikan pesantren memiliki keunggulan dalam ilmi pengetahuan umum sekaligus unggul dalam bidang agama.

“Pemerintah Aceh tetap dan akan membantu khususnya melalui Badan Pembinaan dan Pendidikan Dayah,” kata Gubernur Aceh.

Gubernur juga menyampaikan bentuk dukungan lain yaitu melalui bantuan beasiswa luar negeri yang dikelola LPSDM.

“Peluang ini terbuka bagi alumni pesantren,” kata Gubernur Aceh.

Pesantren modern Tgk. Chirk Oemar Diyan merupakan pesantren terpadu, bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Islam Tgk. Chiek Oemar Diyan. Pesantren ini  diresmikan 27 Oktober 1990.

Saat ini, ada 981 santri yang diasuh oleh 102 guru dari alumni pesantren, UIN Ar Raniry dan juga alumni Al Azhar Mesir dan Universitas Malaysia.

Sulaiman Abda mengajak semua pihak untuk terus membantu keberadaan dayah atau pesantren. Menurutnya, masa depan Aceh akan sangat ditentukan oleh kemajuan dayah atau pesantren.

“Jika dayah atau pesantren kuat maka Aceh akan kuat, dan sebaliknya,” tegas Sulaiman Abda.

Kepala BPPD Aceh, Bustami Usman berjanji akan terus memaksimalkan dukungan Pemerintah Aceh terhadap dayah atau pesantren.

“Saya juga mengajak semua kalangan juga memberi perhatian dan dukungan kepada dayah atau pesantren,” ajak Bustami Usman. [] (MAL)

 

Leave a Reply