Jelang Ramadan, Penjual Bunga Rampai Banjir Rezeki

Lhokseumawe – Sebagai tradisi menyambut bulan Suci Ramadhan, sebagian masyarakat di Kota Lhokseumawe, saat ini mulai disibukkan dengan aktivitas membeli bunga rampai.

Pantauan The Atjeh Post, Sabtu, 14 Juli 2012, diseputaran Mon Geudong Kota Lhokseumawe, beberapa masyarakat mulai berdatangan membeli aneka ragam bunga dari pedagang yang menggelar lapaknya di trotoar jalan Merdeka Timur Lhokseumawe.

Kepada The Atjeh Post, seorang pedagang bunga rampai, Amiruddin, 64 tahun, warga Mon Geudong Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe mengatakan bahwa jelang bulan Suci Ramadan, sebagian masyarakat kerap mendatanginya untuk membeli bunga, bahkan diantara mereka ada juga yang memesan untuk H min satu jelang Ramadan.

Bunga-bunga tersebut tidak memilki patokan harga sebagaimana diperjual belikan dipasar-pasar, akan tetapi dikatakan Amiruddin, variasi harga bunga tergantung kepada permintaan konsumen.

“Paling rendah dibeli lima ribu, kadang ada juga yang beli sampai sepuluh, dua puluh ribu, harganya tergantung kepada pembeli, tidak ada patokan harga dari kami,” ujarnya.

Menjelang Ramadan, dari usaha berjualan bunga rampai Amiruddin bisa mendapatkan keuntungan hingga Rp 200 ribu. Hasil tersebut kata  Amiruddin, lebih besar dibandingkan pada hari-hari biasa yang berkisar di bawah Rp 100 ribu.

Untuk jenis bunga yang dijual, terdapat berbagai macam variasi seperti kenanga, kupula, jeumpa dan melati serta beberapa jenis daun-daunan seperti daun pandan dan daun jeruk. Bunga dan daun tersebut kemudian dirangkai di seutas tali.

Seorang pembeli, Razali A Jali, 49 tahun, warga Simpang Pasee Lhokseumawe mengatakan bunga-bunga tersebut dipakai untuk melakukan ziarah kubur. Selain itu menurutnya juga bisa dipakai untuk mandi sebagai tradisi membersihkan diri untuk menyambut Ramadan.

“Kalau ini saya beli untuk ziarah kubur, jelang puasa nanti saya beli lagi untuk mandi,” ujarnya kepada The Atjeh Post.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply