Jejaring sosial, media baru untuk berpolitik

JEJARING sosial ternyata tidak hanya menjadi sarana berinteraksi saja. Di AS, contohnya, peran jejaring sosial ternyata sudah merambah ke dunia politik.

Seperti yang dilansir oleh Gigaom (25/4), hal ini berdasarkan sebuah riset yang dilakukan oleh Pew Research Center. Pew menemukan fakta bahwa sejak pilpres 2008 kemarin, peran Facebook dan Twitter dalam menggaet partisipasi politik warga AS tercatat semakin meningkat.

Terlebih, setelah presiden Barack Obama terpilih, maka semakin besarlah pamor jejaring sosial ini dalam dunia perpolitikan. Hal ini juga tidak lain dikarenakan adanya kesadaran tim sukses Obama waktu itu yang juga melakukan kampanye dalam jaringan.

Hingga akhirnya terpilih, Twitter dan Facebook kemudian seolah menjadi media propaganda para pemimpin dunia. Maka, tidak heran bahwa partisipasi politik masyarakat pun ikut meningkat di sini.

Adapun data partisipasi politik lewat jejaring sosial yang ditemukan oleh Pew ini cukup menarik. Beberapa di antaranya adalah:

* Dari 2008 ke 2012, makin banyak warga AS yang menggunakan jejaring sosial untuk kegiatan politiknya. Angka ini tercatat meningkat menjadi 39 persen dari sebelumnya 26 persen.

* Dari angka 39 persen tersebut, ternyata mereka tidak hanya aktif berpolitik di dunia maya saja, sebagian besar juga terlibat di dunia nyata. Tercatat 36 persen giat melakukan aktivitas politik baik secara online maupun offline.

* Adapun aktivitas politik yang dilakukan ini beragam. Yang pertama adalah melakukan post terkait dengan pandangan politik (17 persen) dan berinteraksi (add friend/follow) dengan akun jejaring sosial para politikus.

* 43 Persen dari mereka yang melakukan aktivitas politik di jejaring sosial mengaku bahwa hal tersebut mereka lakukan karena timbulnya ketertarikan atas dunia ini. Ketertarikan tersebut ditimbulkan dari berbagai pemberitaan yang timbul di media.

* Sebagian besar mereka yang aktif berpolitik di jejaring sosial adalah mereka yang mampu, berpendidikan, dan memiliki akses terhadap dunia maya. Jadi, masih belum bisa disimpulkan bahwa pemikiran politik yang hangat di dunia maya merupakan buah dari berbagai kalangan.

* Meski pamor keterikatan politik di dunia maya semakin meningkat, nyatanya aktivitas politik di dunia nyata tidak akan tergeser. Tercatat masih banyak yang mau berdiskusi, kampanye, dan melakukan berbagai aktivitas politik lainnya di dunia nyata.

Dari hasil ini, maka bisa diketahui bahwa jejaring sosial merupakan sebuah media yang baru dan sedang berkembang untuk menyampaikan sebuah pandangan politik. Hanya saja, meskipun terus berkembang, tingkat keterikatannya masih kalah dengan dunia nyata.

Maka, tidak heran pula jika banyak politikus baik nasional maupun internasional yang mulai melirik media satu ini sebagai tempat menjaring pemilihnya. Sebut saja mulai Barack Obama, Hugo Chavez, Abdullah Gul, hingga presiden SBY pun membuat minimal satu akun jejaring sosial.[] sumber : merdeka

  • Uncategorized

Leave a Reply