Jeh, Terdakwa Unjuk Rasa di Pengadilan Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE – Terdakwa pencurian alat berat milik Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan (BLHK) Lhokseumawe, Safrizal membuat "kejutan" di Pengadilan Negeri Lhokseumawe, Senin siang, 21 Mei 2012.  Warga asal Aceh Timur ini berunjuk rasa di halaman Pengadilan.
 
Safrizal melakukan aksi itu sekitar pukul 14.05 WIB, persis menjelang sidang dengan agenda pembacaan putusan hakim untuk terdakwa ini. Safrizal memegang selembar karton bertuliskan, “MHN KEADILAN PAK HAKIM ISHAQ RIZAL KOK NGGAK DITANGKAP?” Selembar karton lainnya ditempelkan di dinding bagian depan Pengadilan, isinya “YG KECIL DIDISKRIMINASI, PJB AMAN”.
 
Mulanya, karton yang bertuliskan “YG KECIL DIDISKRIMINASI, PJB AMAN” ditempel di kaca belakang salah satu mobil yang parkir di halaman Pengadilan. Melihat itu, petugas Satpam Pengadilan meminta karton tersebut dipindahkan dari mobil. Lalu, terdakwa Safrizal menempel karton itu di dinding bagian depan Pengadilan. Kata “PJB” yang tertulis dalam karton tersebut adalah ‘singkatan’ dari “PEJABAT”.
 
Aksi terdakwa Safrizal itu membuat para pegawai Pengadilan berhamburan ke luar dari ruangan mereka untuk melihat pemandangan yang tidak lazim terjadi. Aksi selama lebih 20 menit itu juga menyedot perhatian para pengguna kendaraan yang melintasi Jalan Iskandar Muda, depan Pengadilan Negeri Lhokseumawe.
 
“Saya memohon keadilan dari hakim, mengapa hanya saya sebagai ‘orang kecil’ yang disidangkan. Bos-bos (pejabat-red) kenapa tidak diproses dan diadili secara hukum (dalam perkara alat berat jenis bulldozer milik BLHK Lhokseumawe),” kata Safrizal.
 
“Ishaq Rizal” yang tertulis dalam karton itu, menurut Safrizal, adalah mantan Kepala BLHK Lhokseumawe. Safrizal menuding Ishaq Rizal dan sejumlah pejabat lainnya ikut terlibat dalam kasus bulldozer milik BLHK.
 
“Bulldozer bukan saya curi, tapi saya bawa ke Aceh Timur atas izin secara lisan dari para pejabat BLHK Lhokseumawe. Mereka juga menerima uang hasil dari bulldozer itu yang dibisniskan,” kata mantan operator bulldozer milik BLHK yang bertugas di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Alue Lim, Lhokseumawe ini.
 
Setelah beraksi lebih 20 menit, terdakwa Safrizal masuk ke Pengadilan untuk mengikuti sidang dengan agenda pembacaan putusan.
 
Untuk diketahui, saat sidang di Pengadilan Negeri Lhokseumawe, 17 April 2012, Jaksa Penuntut Umum menuntut terdakwa Safrizal dipidana penjara selama enam bulan, karena dinilai terbukti mencuri bulldozer milik BLHK Lhokseumawe, perbuatan tersebut melanggar pasal 362 KUHP.
 
Awalnya, kasus pencurian bulldozer itu ditangani penyidik Polres Lhokseumawe setelah menerima laporan pengaduan dari Kepala BLHK Lhokseumawe Saiful Amri pada Juli 2011. Saiful Amri menjabat Kepala BLHK setelah Ishaq Rizal dimutasikan oleh Walikota Lhokseumawe ke jabatan lainnya.    
 
Usai melakukan pencarian, polisi menemukan bulldozer tersebut di kawasan Aceh Timur pada 19 Oktober 2011. Beberapa lama kemudian, Safrizal yang menjadi buronan polisi akhirnya menyerahkan diri. []

  • Uncategorized

Leave a Reply