Jangan merokok di saat hamil, anak bisa nakal

KEBIASAAN buruk wanita saat hamil memiliki kemungkinan terhadap perilaku anak. Salah satunya adalah kebiasaan merokok. Ibu hamil yang merokok akan membuat si anak nantinya menjadi nakal.

"Bukti ini menunjukkan bahwa merokok saat hamil dan frekuensi merokok yang dilakukan ibu berkaitan dengan perkembangan anak setelah lahir," kata ketua peneliti Gordon Harold dari University of Leicester, seperti dilansir Reuters.

Penelitian tentang kebiasaan merokok dan hubungan perilaku pada anak sudah pernah dilakukan. Namun, penelitian tersebut masih belum memperhitungkan faktor lain, seperti genetik atau perilaku orang tua kepada anaknya.

Penelitian terbaru ini berdasarkan data dari tiga penelitian di Selandia Baru, Inggris, dan Amerika Serikat. Para peneliti mengamati kebiasaan merokok wanita saat hamil dan perilaku anak di sekolah saat berusia empat hingga 10 tahun. Beberapa faktor lain juga diamati, seperti cara membesarkan anak, genetis, dan apakah anak dibesarkan oleh ibu asuh atau ibu kandung.

Peneliti menetapkan batas skor masalah perilaku anak sebesar 100 poin. Semakin tinggi angka tersebut berarti semakin tinggi perilaku bermasalah pada anak. Hasilnya, anak yang dibesarkan oleh ibu kandung dan tidak merokok saat hamil memiliki skor 99. Sedangkan anak yang dibesarkan oleh ibu yang merokok saat hamil memiliki skor lebih tinggi, yaitu 104.

Gordon Harold menjelaskan perilaku anak bisa dipengaruhi dua hal, yaitu masih dalam kandungan dan saat sudah lahir serta berkembang. Anak yang lahir dari ibu yang merokok kemungkinan mengalami kelainan dalam perkembangan otak.[] sumber: tempo.co

  • Uncategorized

Leave a Reply

Jangan merokok di saat hamil, anak bisa nakal

KEBIASAAN buruk wanita saat hamil memiliki kemungkinan terhadap perilaku anak. Salah satunya adalah kebiasaan merokok yang dilakukan ibu hamil akan membuat si anak nantinya menjadi nakal.

"Bukti ini menunjukkan bahwa merokok saat hamil dan frekuensi merokok yang dilakukan ibu berkaitan dengan perkembangan anak setelah lahir," kata ketua peneliti Gordon Harold dari University of Leicester, seperti dilansir Reuters.

Penelitian tentang kebiasaan merokok dan hubungan perilaku pada anak sudah pernah dilakukan. Namun, penelitian tersebut masih belum memperhitungkan faktor lain seperti genetik atau perilaku orang tua kepada anaknya.

Penelitian terbaru ini berdasarkan data dari tiga penelitian di Selandia Baru, Inggris dan Amerika Serikat. Para peneliti mengamati kebiasaan merokok wanita saat hamil dan perilaku anak di sekolah saat berusia empat hingga 10 tahun. Beberapa faktor lain juga diamati seperti cara membesarkan anak, genetis, dan apakah anak dibesarkan oleh ibu asuh atau ibu kandung.

Peneliti menetapkan batas skor masalah perilaku anak sebesar 100 poin. Semakin tinggi angka tersebut berarti semakin tinggi perilaku bermasalah pada anak. Hasilnya, anak yang dibesarkan oleh ibu kandung dan tidak merokok saat hamil memiliki skor 99, sedangkan anak yang dibesarkan oleh ibu yang merokok saat hamil memiliki skor lebih tinggi yaitu 104.

Gordon Harold menjelaskan jika perilaku anak bisa dipengaruhi dua hal, yaitu masih dalam kandungan dan saat sudah lahir serta berkembang. Anak yang lahir dari ibu yang merokok kemungkinan mengalami kelainan dalam perkembangan otak. | sumber : tempo

  • Uncategorized

Leave a Reply