Jaksa Tetapkan 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana Alat Kesehatan RSUCM

LHOKSUKON – Penyidik Kejaksaan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana alat kesehatan senilai Rp25 miliar di Rumah Sakit Umum Cut Mutia, Buket Rata, Lhokseumawe. Dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasioanal atau APBN tahun 2012.

Dua tersangka tersebut yaitu M Saladin Akbar selaku Direktur PT Visa Karya Mandiri, Banda Aceh (rekanan) dan Surdeni Sulaiman selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Kepala Kejaksaan Negeri Lhoksukon, T. Rahmatsyah kepada ATJEHPOSTcom mengatakan, sejauh ini belum ada penahanan terhadap kedua tersangka tersebut, Senin 28 Januari 2013. Pasalnya mereka masih harus menjalani pemeriksaan sebagai saksi sekaligus tersangka.

“Untuk 15 jenis barang bukti dari RSUCM telah disita dan diamankan di gudang Kantor Kejaksaan Negeri Lhoksukon. Diantaranya, alat operasi bedah tulang (orthopedie set), alat instrument untuk operasi besar (mayor surgery set), dan alat operasi melahirkan (caesarean instrument set). Alat kesehatan itu merupakan produksi Jerman, Brazil dan Thailand,” ujar dia.

Melalui Kasi Intel M Khadafi, ia menjelaskan, alat kesehatan itu tersedia di RSUCM setelah masa kontrak berakhir pada 20 Desember 2012 lalu, tepatnya setelah kasus ditangani kejaksaan.

Namun, kata dia, hingga saat ini masih ada 5 jenis alat lainnya yang belum juga tiba di RSUCM. Padahal seluruh dana telah dibayar full pada 14 Desember 2012 lalu.

“Sejauh ini baru ada dua tersangka yang kita tetapkan, namun tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lainnya. Tim penyidik akan bekerja maksimal untuk mengusut tuntas dugaan korupsi dana kesehatan tersebut dengan mengumpulkan alat bukti baru,” kata dia.

Dalam kasus itu, kedua tersangka dijerat Pasal 2 ayat 1  Jo Pasal 3 Jo Pasal 9 Jo Pasal 18, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Pasal 55 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Seperti yang diketahui, Kejaksaan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara resmi memulai penyelidikan terhadap kasus dugaan indikasi penyimpangan penggunaan dana kesehatan Rumah Sakit Umum Cut Mutia, yang berada di Buket Rata, Lhokseumawe pada Senin 7 Januari 2013 kemarin.

Total pagu anggaran tahun 2012 yang diduga telah diselewengkan sebesar Rp72 miliar. Masing–masing, dari APBN Rp25 miliar, APBA Rp8 miliar lebih, dan APBK Rp39 miliar.[](bna)

  • Uncategorized

Leave a Reply